MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO– Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memacu pembangunan infrastruktur untuk mengakhiri kegelapan di wilayah terpencil. Salah satu fokus utama saat ini adalah Desa Butong di Kecamatan Teweh Selatan, yang sudah bertahun-tahun tidak menikmati penerangan listrik dari PLN akibat terkendala akses jalan.
Keyakinan itu mengemuka saat Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan A Md dan Sekertaris Daerah Drs Muhlis melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan akses jalan menuju Desa Butong, Kecamatan Teweh Selatan, Rabu (2/9). Turut mendampingi jajaran manajemen PLN dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Barito Utara.
Bupati Shalahuddin mengungkapkan bahwa selama ini warga Desa Butong hanya bisa bergantung pada jalan perusahaan kebun sawit sepanjang sekitar 12 kilometer untuk mengakses dunia luar. Kondisi itulah yang membuat proses pembangunan jaringan listrik mandek karena tiang dan material tidak bisa masuk.
“Sama seperti Sikan, Butong ini sudah cukup lama tidak menikmati penerangan dari PLN karena jalannya belum ada. Sekarang kita baru mengiris jalan dengan bantuan CSR, panjangnya lebih kurang 4,8 kilometer,” ujar Bupati Shalahuddin saat meninjau langsung progress pembangunan di lokasi.
Pembangunan akses jalan tersebut menjadi pintu masuk bagi program elektrifikasi. Namun, tantangan terbesar masih tersisa, yaitu membangun satu buah jembatan sepanjang kurang lebih 30 meter serta menara pilon untuk menyeberangkan kabel listrik.
“Di sini kita tinggal membuat satu buah jembatan bailey sepanjang 30 meter guna mobilisasi tiang-tiang listrik dan menara pilon untuk menyeberangkan kabel.” jelas Bupati Shalahuddin.
Bupati optimistis bahwa instalasi listrik di Desa Butong dapat segera dinyalakan pada Desember 2027 mendatang. Harapan itu menguat setelah dirinya berkomunikasi langsung dengan direktur PLN mengenai bantuan dan dukungan yang bisa diberikan.
“Harapan kita di Desember 2027 nanti kita sudah bisa menyalakan listrik di desa ini. Tadi direktur PLN juga sudah melihat kondisi lapangan dan perencanaannya. Harapan kami tidak begitu lama, tahun depan sudah bisa masuk tiang dan instalasi,” tegasnya penuh semangat.
Lebih luas, Bupati Shalahuddin mengungkapkan bahwa di seluruh Kabupaten Barito Utara saat ini masih terdapat 15 desa yang belum teraliri listrik. Pemerintah daerah menargetkan seluruhnya dapat terselesaikan pada tahun 2027.
Bupati Shalahuddin juga telah menginstruksikan Dinas PUPR untuk membuka akses jalan di desa-desa yang masih gelap. Ia juga telah berkoordinasi dengan seluruh camat untuk memetakan desa mana saja yang jalannya belum tersedia.
“Kami sudah koordinasi dengan seluruh camat untuk menyampaikan desa mana lagi yang belum memiliki akses jalan. Kami perintahkan PUPR untuk membuka akses tersebut agar tiang dan instalasi kabel bisa masuk. Harapan kami, dengan Pak Wakil Bupati, di 2027 nanti 15 desa 80% atau 100% itu bisa nyala semua. Bersama kita wujudkan Barito Utara Terang,” pungkas Bupati Shalahuddin dengan optimisme tinggi.
Sementara Manager PLN ULP Muara Teweh, Pandu Aandoka yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menambahkan bahwa ada tiga poin krusial agar sebuah desa bisa menikmati listrik. Yakni ketersediaan akses jalan, kondisi lahan yang bebas dari pohon, serta lokasi yang dapat dilalui tanpa halangan seperti jembatan pendukung. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi kunci utama.
“Intinya desa akan berlistrik jika ada akses jalan, bebas dari pohon, dan lokasi yang bisa dilewati dengan jembatan pendukung. Kami kolaborasi antara Pemda dan PLN untuk memlistriki desa-desa yang belum merdeka listrik,” ujar Manager ULP PLN Muara Teweh.
Dengan sinergi yang terus digalakkan, harapan masyarakat di pelosok Barito Utara untuk menikmati terangnya listrik di rumah masing-masing semakin mendekati kenyataan. (ren)


