NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah pedesaan di Kabupaten Lamandau. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga dan menurunkan kenyamanan akibat kualitas udara yang kian memburuk.
Pemandangan tersebut terlihat di kawasan perbukitan Bukit Traktor, Desa Penopa, Kecamatan Lamandau. Area yang biasanya menyajikan panorama hijau nan sejuk kini tertutup kepulan asap pekat berawarna kelabu.
Salah seorang warga setempat, Ersa, mengungkapkan bahwa kabut asap telah dirasakan masyarakat dalam sepekan terakhir. Kondisi ini kian memburuk seiring bermunculannya titik api di beberapa lokasi.
“Sudah seminggu ini desa kita diselimuti kabut asap dampak karhutla, karena banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab membakar hutan,” ungkap Ersa, Senin (14/9).
Pekatnya asap mulai memicu kekhawatiran terkait dampak kesehatan. Risiko gangguan pernapasan kini mengintai warga. Terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Menanggapi situasi ini, warga di Kecamatan Delang dan Kecamatan Lamandau mendesak tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla untuk segera mengambil langkah cepat dan maksimal dalam memadamkan titik api.
Selain upaya pemadaman, masyarakat juga menuntut peningkatan pengawasan serta tindakan tegas dari aparat penegak hukum terhadap oknum sengaja membakar lahan secara ilegal. Warga berharap kualitas udara dapat segera pulih agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah pedesaan di Kabupaten Lamandau. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga dan menurunkan kenyamanan akibat kualitas udara yang kian memburuk.
Pemandangan tersebut terlihat di kawasan perbukitan Bukit Traktor, Desa Penopa, Kecamatan Lamandau. Area yang biasanya menyajikan panorama hijau nan sejuk kini tertutup kepulan asap pekat berawarna kelabu.
Salah seorang warga setempat, Ersa, mengungkapkan bahwa kabut asap telah dirasakan masyarakat dalam sepekan terakhir. Kondisi ini kian memburuk seiring bermunculannya titik api di beberapa lokasi.
“Sudah seminggu ini desa kita diselimuti kabut asap dampak karhutla, karena banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab membakar hutan,” ungkap Ersa, Senin (14/9).
Pekatnya asap mulai memicu kekhawatiran terkait dampak kesehatan. Risiko gangguan pernapasan kini mengintai warga. Terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Menanggapi situasi ini, warga di Kecamatan Delang dan Kecamatan Lamandau mendesak tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla untuk segera mengambil langkah cepat dan maksimal dalam memadamkan titik api.
Selain upaya pemadaman, masyarakat juga menuntut peningkatan pengawasan serta tindakan tegas dari aparat penegak hukum terhadap oknum sengaja membakar lahan secara ilegal. Warga berharap kualitas udara dapat segera pulih agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. (bib)