Waspada Modus Penipuan! WhatsApp Pejabat di Lamandau Jadi Korban Peretasan

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Kejahatan siber kini semakin menyasar figur publik dengan modus yang kian beragam dan menjebak. Baru-baru ini, masyarakat Kabupaten Lamandau dihebohkan dengan kabar peretasan akun WhatsApp yang menimpa sejumlah pejabat daerah. Modus yang digunakan disinyalir berasal dari kiriman tautan (link) undangan palsu yang diklik oleh korban, sehingga mengakibatkan akses akun berpindah tangan secara ilegal.

Insiden ini menimpa Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid yang secara mendadak kehilangan kendali atas akun WhatsApp pribadinya. Setelah akun tersebut berhasil dikuasai atau di-banned dari perangkat aslinya, oknum tidak bertanggung jawab mulai melancarkan aksi penipuan. Pelaku menggunakan identitas sang pejabat untuk menghubungi daftar kontak yang ada di ponsel tersebut guna melancarkan niat jahatnya.

Tak hanya wakil bupati, Anggota DPRD Kabupaten Lamandau, Budi Rahmat juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan siber yang serupa. Akun WhatsApp miliknya diretas setelah diduga berinteraksi dengan pesan mencurigakan yang masuk ke ponselnya. Kejadian yang beruntun ini menunjukkan bahwa siapa pun, tanpa memandang jabatan, dapat menjadi target empuk pelaku kejahatan digital jika kurang waspada.

Baca Juga :  Masuki Masa Tenang, Bawaslu Bersihkan APK Pemilu 2024

Modus operandi yang dijalankan pelaku setelah menguasai akun adalah dengan mengirimkan pesan berantai kepada rekan sejawat maupun warga. Dalam pesan tersebut, pelaku yang berpura-pura menjadi pejabat terkait mulai meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan mendesak. Masyarakat diminta untuk sangat berhati-hati dan tidak langsung percaya jika menerima permintaan dana dari nomor-nomor pejabat tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kabupaten Lamandau, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan literasi digital.  Terutama dalam menangani pesan dari nomor asing atau pesan mencurigakan dari orang yang dikenal.

“Sangat disarankan untuk tidak sembarangan mengklik tautan berupa undangan, update aplikasi, atau lampiran file dalam bentuk apa pun. Verifikasi melalui panggilan telepon secara langsung adalah langkah terbaik jika menerima pesan permintaan bantuan finansial,” ujar Kepala Diskominfostandi, Herwinson, Kamis (30/4).

Baca Juga :  Tabung Gas Bocor, Rumah di Jalan Hiu Putih Hampir Dilalap Api

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga Lamandau akan pentingnya keamanan data pribadi dan fitur verifikasi dua langkah pada aplikasi pesan singkat.

Electronic money exchangers listing

“Saat ini, upaya pemulihan akun tengah dilakukan dan diharapkan tidak ada warga yang terjebak menyetorkan uang kepada pelaku. Kejahatan ini kini menjadi perhatian serius agar tidak memakan lebih banyak korban di masa mendatang,” tandasnya. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Kejahatan siber kini semakin menyasar figur publik dengan modus yang kian beragam dan menjebak. Baru-baru ini, masyarakat Kabupaten Lamandau dihebohkan dengan kabar peretasan akun WhatsApp yang menimpa sejumlah pejabat daerah. Modus yang digunakan disinyalir berasal dari kiriman tautan (link) undangan palsu yang diklik oleh korban, sehingga mengakibatkan akses akun berpindah tangan secara ilegal.

Insiden ini menimpa Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid yang secara mendadak kehilangan kendali atas akun WhatsApp pribadinya. Setelah akun tersebut berhasil dikuasai atau di-banned dari perangkat aslinya, oknum tidak bertanggung jawab mulai melancarkan aksi penipuan. Pelaku menggunakan identitas sang pejabat untuk menghubungi daftar kontak yang ada di ponsel tersebut guna melancarkan niat jahatnya.

Tak hanya wakil bupati, Anggota DPRD Kabupaten Lamandau, Budi Rahmat juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan siber yang serupa. Akun WhatsApp miliknya diretas setelah diduga berinteraksi dengan pesan mencurigakan yang masuk ke ponselnya. Kejadian yang beruntun ini menunjukkan bahwa siapa pun, tanpa memandang jabatan, dapat menjadi target empuk pelaku kejahatan digital jika kurang waspada.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Masuki Masa Tenang, Bawaslu Bersihkan APK Pemilu 2024

Modus operandi yang dijalankan pelaku setelah menguasai akun adalah dengan mengirimkan pesan berantai kepada rekan sejawat maupun warga. Dalam pesan tersebut, pelaku yang berpura-pura menjadi pejabat terkait mulai meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan mendesak. Masyarakat diminta untuk sangat berhati-hati dan tidak langsung percaya jika menerima permintaan dana dari nomor-nomor pejabat tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kabupaten Lamandau, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan literasi digital.  Terutama dalam menangani pesan dari nomor asing atau pesan mencurigakan dari orang yang dikenal.

“Sangat disarankan untuk tidak sembarangan mengklik tautan berupa undangan, update aplikasi, atau lampiran file dalam bentuk apa pun. Verifikasi melalui panggilan telepon secara langsung adalah langkah terbaik jika menerima pesan permintaan bantuan finansial,” ujar Kepala Diskominfostandi, Herwinson, Kamis (30/4).

Baca Juga :  Tabung Gas Bocor, Rumah di Jalan Hiu Putih Hampir Dilalap Api

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga Lamandau akan pentingnya keamanan data pribadi dan fitur verifikasi dua langkah pada aplikasi pesan singkat.

“Saat ini, upaya pemulihan akun tengah dilakukan dan diharapkan tidak ada warga yang terjebak menyetorkan uang kepada pelaku. Kejahatan ini kini menjadi perhatian serius agar tidak memakan lebih banyak korban di masa mendatang,” tandasnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru