PROKALTENG.CO – Upaya pelarian pria asal Irak berinisial F setelah membunuh mantan istrinya, Dwintha Anggary, berakhir di ruas Tol Tangerang–Merak.
Pelaku berhasil ditangkap aparat saat berada di dalam bus menuju Sumatera, setelah sebelumnya sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran polisi.
Pria berkebangsaan Irak berinisial F sempat berniat untuk mengakhiri hidup setelah dia membunuh mantan istrinya, Dwintha Anggary, di salah satu rumah kontrakan di bilangan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (20/3).
“Setelah membunuh, tersangka sempat melarikan diri ke Bogor dan Sukabumi. Pada saat di Sukabumi, dia sempat mau bunuh diri, tapi niatnya itu diurungkan,” kata Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy J Atupah.
Usai membunuh cucu Mpok Nori, F sempat berpindah-pindah lokasi untuk tujuan bersembunyi atau menghilangkan jejak. Dia punya rencana melarikan diri ke negara asalnya, Irak, melalui Batam setelah berhasil menyeberang ke Sumatera.
Namun, rencana tersebut berhasil digagalkan setelah pihak kepolisian berhasil menangkap F di sebuah bus menuju Sumatera. F ditangkap di kilometer 68 Tol Tangerang–Merak, Banten, pada Sabtu (21/3).
Setelah berhasil diamankan, F langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Akibat perbuatannya tersebut, F dijerat dengan Pasal 458 subsider Pasal 468 KUHP. Dia terancam dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.
F dan Dwintha Anggary, cucu komedian legendaris Mpok Nori melangsungkan pernikahan secara siri pada 2019 silam.
Mereka belum dikaruniai momongan selama beberapa tahun menikah. Dwintha Anggary sempat beberapa kali hamil namun selalu keguguran.
Pada Februari 2026, F menjatuhkan talak kepada cucu Mpok Nori. Seiring berjalannya waktu, dia menyesali perbuatannya dan ingin rujuk. Akan tetapi, Dwintha Anggary menolak keinginan tersebut.
Pada 20 Maret 2026, F melihat cucu Mpok Nori bersama seorang pria di sebuah acara bazar Ramadhan. F cemburu dan sempat melabrak mereka di lokasi acara.
Pada malam hari di hari yang sama, F mendatangi rumah kontrakan Dwintha Anggary di bilangan Cipayung Jakarta Timur. Mereka sempat terlibat cekcok hingga berujung pada aksi pencekikan.
Dwintha Anggary melawan sampai akhirnya F menyayat cucu Mpok Nori pada bagian leher dengan menggunakan pisau hingga meninggal dunia.
Keluarga Mpok Nori baru mengetahui Dwintha Anggary telah meninggal dunia keesokan harinya atau pada Sabtu (21/3) waktu dini hari.(jpc)


