MUARA TEWEH,PROKALTENG.CO – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-53 di Kabupaten Barito Utara mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Anggota DPRD setempat, H. Al Hadi, yang menyatakan dukungan penuh terhadap gelaran tahunan ini.
Acara yang secara resmi dibuka oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin di Aula Dinas Lingkungan Hidup pada Sabtu siang (25/7/2026) itu, dinilai memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar ajang kompetisi semata.
Menurut H. Al Hadi, MTQH merupakan media dakwah yang efektif sekaligus wadah pembinaan karakter bagi generasi muda. Ia sependapat dengan visi yang disampaikan Bupati mengenai pentingnya membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai suci Al-Qur’an dan Hadits.
“Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini. Bukan hanya karena ini tradisi tahunan, tetapi karena dampaknya yang luar biasa dalam membentuk pribadi-pribadi Qur’ani di tengah masyarakat. Nilai-nilai yang dilombakan hendaknya menjadi cerminan perilaku keseharian,” ujar politisi tersebut.
Tahun ini, sebanyak 320 peserta dari sembilan kecamatan turut ambil bagian dalam delapan cabang perlombaan. Angka ini dinilai sebagai indikator positif tingginya minat masyarakat terhadap pendalaman agama Islam di Bumi Iya Mulik Bengkang.
“Antusiasme peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa kesadaran keagamaan masyarakat Barito Utara terus meningkat. Ini modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah ke depan,” ujarnya.
Al Hadi juga menyoroti pentingnya profesionalisme dewan hakim serta semangat sportivitas dan kejujuran bagi seluruh peserta. Baginya, kemenangan hakiki tidak diukur dari seberapa banyak piala yang diraih, melainkan dari seberapa kuat komitmen mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia berharap perhelatan yang berlangsung hingga 28 Juli 2026 ini, mampu menjadi pemersatu umat sekaligus penguat ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman masyarakat Barito Utara.
“Mari kita dukung bersama kelancaran acara ini. Semoga ke depannya, MTQH tidak hanya melahirkan juara-juara di bidang tilawah dan hadits, tetapi juga mencetak generasi yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi daerah,” pungkasnya. (ren)


