NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kasus pencabulan anak di Lamandau makin bikin resah. Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono terang-terangan geram melihat maraknya aksi predator anak yang dalam beberapa pekan terakhir terus meningkat di wilayahnya.
Situasi ini membuat kepolisian menegaskan langkah tegas dalam penanganan kejahatan seksual terhadap anak. Kapolres meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman berat agar pelaku jera dan tidak mengulangi perbuatannya.
Dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (17/4), AKBP Joko Handono menegaskan tidak boleh ada toleransi bagi pelaku.
“Saya minta jaksa dan hakim memberikan tuntutan dan vonis maksimal. Jangan sampai ada celah bagi predator anak lolos dari hukuman yang setimpal,” tegasnya.
Tak hanya itu, Kapolres juga memerintahkan jajarannya untuk memburu pelaku pencabulan yang mencoba kabur ke luar wilayah Kalimantan.
“Kami lakukan pengejaran secara intensif. Tidak ada tempat aman bagi pelaku, di mana pun mereka bersembunyi. Koordinasi antarwilayah terus kami perkuat,” ujarnya.
Menurutnya, kejahatan seksual terhadap anak bukan perkara biasa. Dampaknya bisa merusak masa depan korban, terutama dari sisi psikologis yang berlangsung jangka panjang.
“Ini kejahatan serius. Penindakan tegas tanpa kompromi adalah harga mati,” tegas Kapolres.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua II DPRD Lamandau Riko Porwanto. Ia menilai kondisi ini sudah mengkhawatirkan dan butuh langkah bersama semua pihak.
“Kami di DPRD siap mengawal kebijakan perlindungan anak, baik dari sisi pengawasan maupun pencegahan,” kata Riko.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan berani melapor jika menemukan indikasi kekerasan seksual di lingkungan sekitar.
“Peran orang tua dan masyarakat sangat penting. Dengan kolaborasi yang kuat, Lamandau harus kembali jadi lingkungan yang aman bagi anak-anak,” tandasnya. (bib)


