PROKALTENG.CO-Taufikurrahman (23) diduga menjadi korban penembakan harus ditangani intensif hingga dilakukan tindakan operasi di RSUD Ulin Banjarmasin, kemarin (9/10). Ini terkait bentrok konflik agraria di Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan, Kalteng.
Sebelumnya, Taufik menjalani perawatan di RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya. Dari hasil rontgen menunjukkan terdapat peluru tajam yang bersarang di punggung korban. “Dilakukan langsung penanganan medis dengan tindakan operasi,” terang Plt Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin, dr Diauddin, kemarin.
Taufik diduga jadi korban penembakan oleh oknum polisi saat konflik di perkebunan kelapa sawit PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP) pada Sabtu (7/10) lalu. Ia adalah salah satu korban konflik agraria saat unjuk rasa warga menuntut 20 persen realisasi plasma di sana.
Peristiwa ini bahkan memakan satu korban jiwa yakni Gijik (35) diduga terkena tembakan ketika bentrokan terjadi. “Sampai saat ini proses operasi (Taufik, red) masih berjalan,” tambah Diaduddin.
Kepala Seksi Humas dan Informasi RSUD Ulin, Yan Setiawan mengungkapkan Taufik mulai menjalani proses operasi sekitar pukul 13.00 Wita. Yan mengatakan Taufik dalam kondisi sadar saat dibawa ke ruang operasi.
“Kalau soal benda apa yang bersarang, silakan tanyakan ke kepolisian saja. Kami cuma penanganan. Setelah operasi, lalu dilakukan perawatan,” tuturnya singkat.
Keluarga Fokus Keselamatan Taufik
Taufik tiba Minggu (8/10) malam, menggunakan ambulans. Pantauan di RSUD Ulin Banjarmasin di lantai 3 ruang Aster, diketahui ada ayah dan ibu serta kakak lelaki Taufik. Ada pula keluarga lainya dari Seruyan, dan yang tinggal di Banjarmasin.
Informasi dari salah seorang keluarga di rumah sakit, rombongan dari Palangka Raya sampai ke Banjarmasin sekitar pukul 21.00 Wita. Semua keluarga menggiring ke Banjarmasin.
“Kami cuma menerima kabar kalau lukanya di punggung. Ini kabarnya masih menjalani operasi dari pukul 14.00 siang. Sampai sore ini kami tidak tahu kabar,” ucap seorang keluarga.
Orang tua dan saudaranya termasuk keluarga dekat berkumpul di lantai 3 menunggu proses operasi. “Kami tidak bisa leluasa juga ke sana. Jadi kami menunggu kabar di sini saja,” ujar pria ini.
Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group) mencoba memintai keterangan kepada pihak keluarga. Namun mereka menjelaskan tak ingin memberikan keterangan lebih jauh. Mereka masih fokus dengan proses operasi dan kesembuhan Taufik.
Berada di selasar depan ruang Aster lantar 3, mereka terlihat kalut dan tegang. Wajah cemas dan lelah terlihat dari raut mereka.
Sementara terpantau sejumlah kepolisian berpakaian preman terlihat berada di halaman pojok Gedung Ulin Tower. Terpantau koran ini ada sekitar 8 personel yang diketahui dari Polresta Banjarmasin.
Taufik dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin karena peralatan RSUD Doris Silvanus kurang memadai untuk melakukan operasi pengambilan peluru. Jadi diarahkan untuk penanganan ke RSUD Ulin Banjarmasin. (jpg)