Pemerintah juga menyediakan dapur umum, pelayanan oksigen dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di sepanjang lorong bawah Bundaran Besar, serta Tenda Informasi Karhutla Isen Mulang.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI, Polri, BNPB, dan pihak terkait berkomitmen mendorong penanganan karhutla agar lebih cepat, terpadu, dan efektif, sehingga keselamatan masyarakat dapat terlindungi,” kata Agustiar.
Ia menegaskan target penanganan karhutla di Kalteng adalah memastikan kebakaran dapat dikendalikan, masyarakat terlindungi, lingkungan terjaga, serta mencegah dampak asap yang mengganggu kehidupan masyarakat.
“Target kita jelas: karhutla terkendali, masyarakat terlindungi, lingkungan terjaga, dan Kalimantan Tengah bebas dari kabut asap,” pungkasnya.
Apel gelar pasukan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, unsur Forkopimda Provinsi Kalteng, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, pejabat utama Kodam dan Polda, serta personel Kodam, Polda, dan ASN Provinsi Kalteng.(mmckalteng)

