“Utamakan keselamatan. Ikuti SOP yang diberikan, gunakan APD yang memadai, jangan bertindak sendiri dan jangan memaksakan diri. Setiap langkah harus terukur, ikuti panduan koordinator atau komando di lapangan, dan saling jaga,” pesan Agustiar.
Kepada seluruh kepala perangkat daerah, Gubernur meminta agar memastikan personel ASN yang dikerahkan benar-benar siap melaksanakan tugas.
Kesiapan tersebut mencakup pemahaman tugas, ketersediaan perlengkapan dan logistik, serta koordinasi yang jelas selama berada di lapangan.
“Pastikan personel kita siap, memahami tugas, memiliki perlengkapan dan logistik yang memadai, serta berada dalam koordinasi yang jelas. Pastikan mereka semua terlindungi,” katanya.
Gubernur menegaskan, keberhasilan penanganan karhutla tidak semata-mata diukur dari kemampuan memadamkan api.
Perlindungan terhadap masyarakat, kelestarian lingkungan, serta keselamatan personel juga menjadi bagian penting dari keberhasilan penanganan karhutla.
“Keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya ketika api bisa dipadamkan, tetapi juga bagaimana masyarakat terlindungi, lingkungan terjaga, dan seluruh personel dapat kembali dengan selamat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan koordinasi, Pemerintah Provinsi Kalteng akan mendirikan Posko Induk Karhutla di Istana Isen Mulang.
Posko tersebut akan menjadi pusat komando dan koordinasi utama dalam penanganan karhutla dengan mengintegrasikan berbagai unsur terkait.
Selain posko induk, Pemprov Kalteng juga menyiapkan Media Center di Halaman Istana Isen Mulang sebagai pusat informasi penanganan karhutla.


