Lebih lanjut, Norhani menegaskan bahwa pengembangan IKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi. Pelaku usaha juga perlu memahami karakteristik konsumen, menentukan target pasar, membangun kualitas dan identitas produk, serta mengikuti perkembangan tren pasar agar produk yang dihasilkan mampu bersaing.
“Cari target pasar yang akan dimasuki, kemudian buat produk sesuai dengan target pasar tersebut. Terus ikuti tren dan harus dinamis mengikuti perkembangan, sehingga mampu membaca peluang pasar yang belum banyak dimanfaatkan orang,” katanya.
Norhani juga mengingatkan peserta agar dalam mengembangkan produk olahan pangan tetap memperhatikan aspek kesehatan, kandungan gizi, keamanan pangan, kebersihan proses produksi, serta penggunaan bahan tambahan pangan sesuai ketentuan.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mampu mengolah potensi sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah, diharapkan akan tumbuh usaha-usaha baru yang dapat memperkuat ekonomi masyarakat.
Dalam jangka panjang, peningkatan aktivitas usaha tersebut diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, Kepala Bidang Industri Disdagperin Provinsi Kalteng, Simon F. Obos mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong diversifikasi produk dengan memanfaatkan potensi sumber daya perairan Kalteng, baik yang berasal dari sungai maupun laut.
Menurutnya, selama ini sebagian pelaku usaha masih mengandalkan penjualan ikan dalam kondisi segar.
Kondisi tersebut menyebabkan masa simpan produk relatif terbatas, sementara peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi melalui pengolahan belum dimanfaatkan secara optimal.
“Selama ini kita masih terlalu bergantung pada penjualan ikan dalam bentuk segar. Padahal, tanpa diversifikasi, nilai ekonomi produk perikanan akan tetap rendah, mudah rusak, dan belum memberikan keuntungan maksimal bagi pelaku usaha,” jelas Simon.
Karena itu, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis pengolahan, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai inovasi produk dan pemanfaatan teknologi tepat guna agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik serta sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pasar.
Simon berharap pengembangan produk olahan ikan dapat terus mengangkat potensi serta kearifan lokal Kalteng, sehingga ke depan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah.


