PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) terus menggenjot kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Langkah ini diwujudkan lewat Pelatihan Pengolahan Ikan bagi 30 peserta guna meningkatkan nilai tambah produk perikanan lokal serta mendorong lahirnya wirausaha baru di Kalteng, Selasa (15/9/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti peserrta yang berasal dari kelompok ibu-ibu pengajian serta masyarakat yang sebelumnya belum pernah mengikuti pelatihan sejenis.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengolah ikan menjadi berbagai produk pangan olahan frozen food, seperti nugget, bakso, kaki naga, dan empek-empek.
Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang tumbuhnya wirausaha dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) baru berbasis hasil perikanan.
Melalui diversifikasi dan hilirisasi, hasil perikanan yang relatif mudah rusak dapat diolah menjadi produk dengan masa simpan lebih panjang, memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi, serta berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng, Norhani mengatakan, potensi perikanan yang dimiliki Kalteng perlu didukung dengan peningkatan kemampuan SDM dalam mengolah bahan baku menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
“Pengolahan ikan merupakan salah satu strategi untuk mentransformasi hasil perikanan yang mudah rusak menjadi produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Karena itu, masyarakat tidak hanya kita dorong mampu memproduksi, tetapi juga mampu menciptakan produk yang berkualitas dan memiliki peluang pasar,” tutur Norhani saat membuka pelatihan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan program prioritas Gubernur Kalteng dalam mendorong peningkatan kualitas SDM, termasuk SDM pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), sehingga masyarakat semakin produktif, mandiri, dan mampu menangkap berbagai peluang ekonomi.
“Peningkatan kapasitas SDM pelaku IKM menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan perputaran perekonomian di Kalimantan Tengah. Kita berharap keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi benar-benar dikembangkan menjadi usaha yang produktif, menghasilkan pendapatan bagi keluarga, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.


