Di wilayah prioritas Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, penanganan telah memasuki hari ke-71.
Kondisi api berhasil dikendalikan dan saat ini fokus penanganan diarahkan pada proses pendinginan serta pembasahan guna mencegah munculnya kembali titik api.
Pemprov Kalteng juga memperkuat sarana dan prasarana penanganan Karhutla melalui dukungan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp45,815 miliar.
Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk pengadaan 30 mesin pemadam, 1.500 rol selang, 50 kendaraan roda tiga pembawa air, tiga drone thermal, dan 500 alat pelindung diri (APD).
Dukungan bagi masyarakat terdampak juga terus diberikan, antara lain melalui 1.100 paket bantuan, penyediaan air bersih, serta pemenuhan kebutuhan kesehatan. Hingga saat ini, tersedia 87 sarana air bersih dan 237 sumur bor.
Pemprov Kalteng masih mengharapkan tambahan dukungan dari Pemerintah Pusat berupa 2–3 helikopter water bombing, flexible tank, dan truk tangki untuk memperkuat penanganan pemadaman, baik melalui operasi darat maupun udara.
Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Pangdam XII/Tanjungpura Zainul Arifin, Wakapolda Kalteng Yosi Muhamartha, Danrem, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto beserta jajaran, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Anton Budiyono, kepala OPD Provinsi Kalimantan Tengah, kepala instansi vertikal, para bupati dan wali kota, kepala OPD kabupaten/kota, serta unsur terkait lainnya.(mmckalteng)

