PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Rencana penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN Kalteng mulai dimatangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Tak hanya WFH, pemangkasan jam kerja harian juga disiapkan sebagai strategi efisiensi anggaran dan penghematan energi di lingkungan perkantoran.
Kebijakan WFH ASN Kalteng ini dipastikan tidak sekadar mengubah pola kerja menjadi empat hari dalam sepekan. Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menegaskan, skema yang disusun juga menyasar penyesuaian jam kerja, yang saat ini masih dalam tahap kajian.
“Mungkin ada sedikit perbedaan, masih kami matangkan. WFH bukan hanya empat hari kerja dalam seminggu, tetapi jam kerjanya juga akan kami analisis. Kemungkinan akan ada pengurangan jam kerja,” ujar Agustiar Sabran kepada awak media di Istana Isen Mulang, Rabu (1/4/2026) malam.
Namun, kebijakan ini tidak akan berlaku untuk semua instansi. Gubernur memastikan dinas yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik tetap beroperasi normal agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Menurut dia, wacana ini didorong kebutuhan efisiensi anggaran. Penerapan WFH dinilai mampu menekan biaya operasional, terutama untuk dinas yang tidak melayani publik secara langsung.
“Pasti dijalankan karena ada penghematan. Dari listrik, WiFi, dan lainnya. Kalau pegawai aktif di kantor, otomatis biaya listrik dan internet meningkat. Ini bisa mengurangi penggunaan energi,” jelasnya.
Soal waktu penerapan, Agustiar menegaskan kebijakan ini belum akan diberlakukan dalam waktu dekat. Ia juga membantah isu yang menyebut WFH akan mulai diterapkan pada Jumat pekan ini.
Saat ini, Pemprov Kalteng masih melakukan kajian menyeluruh, termasuk kemungkinan perampingan struktur di sejumlah dinas.
“Masih kami pelajari. Untuk dinas yang tidak melayani publik, jam kerjanya mungkin akan dipangkas. Kami juga mengkaji perampingan, jadi penerapannya mungkin butuh waktu,” pungkasnya. (her)


