PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Nusantara agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Malam Pagelaran Seni Budaya Batak dan Banjar bersama Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta di Stadion H.M. Sanusi, Rabu (8/7).
Menurut Rifa’i, keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berkomitmen memberikan ruang bagi seluruh komunitas seni dan budaya agar tetap berkembang sekaligus menjadi media memperkuat persatuan masyarakat.
“Kami ingin budaya Nusantara tetap lestari. Generasi muda harus mengenali budayanya, mencintainya, kemudian ikut menjaga dan melestarikannya. Jangan sampai warisan budaya yang sangat berharga ini hilang karena kita tidak peduli,” tegas Rifa’i.
Ia mengatakan, Kabupaten Pulang Pisau merupakan daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai suku dengan adat istiadat, kesenian, dan tradisi yang beragam.
Kondisi tersebut menjadi modal sosial yang harus terus dirawat melalui berbagai kegiatan budaya yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong keterlibatan para budayawan, sanggar seni, dan komunitas budaya dalam setiap agenda kebudayaan. Menurutnya, seluruh seni budaya yang tumbuh dan berkembang di Pulang Pisau layak mendapat kesempatan tampil di panggung yang sama.
“Melalui event ini kami memfasilitasi seluruh budaya yang hidup di daerah ini, sehingga masyarakat dapat saling mengenal dan menghargai keberagaman,” ujarnya.
Rifa’i menilai pagelaran seni budaya tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana edukasi untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Semakin sering kegiatan seperti ini digelar, diharapkan semakin tumbuh rasa bangga terhadap identitas budaya bangsa.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terhadap pelestarian seni dan budaya. Pagelaran itu juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat toleransi, serta menjaga keharmonisan masyarakat yang hidup dalam keberagaman.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh budayawan daerah. Melalui kolaborasi tersebut, kekayaan budaya Nusantara diyakini akan tetap lestari sekaligus menjadi perekat persatuan masyarakat di Bumi Handep Hapakat. (art/kpg)


