Mengusung filosofi Huma Betang, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal dan memperkuat sinergi lintas sektor di tengah antusiasme masyarakat.
Pemprov Kalteng menegaskan komitmen pelestarian budaya melalui pementasan Sendratari “Nyai Balau: Buah Pilu” yang menjadi ruang refleksi sejarah dan penguatan identitas daerah.
Pemkab Batara menegaskan FTIK XII bukan sekadar ajang budaya, tetapi sarana menghidupkan kembali nilai-nilai filosofis Kaharingan seperti keseimbangan, keselarasan, dan penghormatan terhadap alam.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Gun Sriwitanto. Menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya pembukaan Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK)