PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Khaidir Anwar Saleh, kafilah utusan Kabupaten Murung Raya yang mewakili Provinsi Kalimantan Tengah, berhasil mengukir prestasi dengan meraih Juara III Cabang Lomba Tilawah Al-Qur’an Putra pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Murung Raya karena berhasil mengharumkan nama daerah sekaligus Provinsi Kalimantan Tengah di tingkat nasional.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Bupati Murung Raya, Heriyus, dan Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan serta prestasi yang berhasil diraih Khaidir Anwar Saleh.
Bupati Murung Raya, Heriyus, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan dan kesungguhan dalam mengembangkan kemampuan di bidang tilawah Al-Qur’an.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Murung Raya sekaligus motivasi bagi generasi muda dan ASN untuk terus meningkatkan prestasi, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat,” tutur Heriyus.
Ia berharap prestasi yang diraih Khaidir Anwar Saleh dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Murung Raya, khususnya para ASN dan generasi muda, untuk terus mengembangkan potensi serta berani berkompetisi dalam berbagai ajang hingga tingkat nasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut juga membuktikan bahwa putra-putri Murung Raya memiliki kemampuan dan potensi untuk bersaing serta menorehkan prestasi di berbagai bidang.
Keberhasilan Khaidir Anwar Saleh diharapkan menjadi penyemangat bagi kafilah Kalimantan Tengah untuk terus mencetak prestasi dan membawa nama daerah semakin dikenal melalui berbagai bidang, termasuk pengembangan seni baca dan pemahaman Al-Qur’an.
Diketahui, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan telah resmi berakhir. Ajang nasional tersebut menjadi momentum penguatan nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus pembentukan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa berakhirnya kompetisi bukan berarti berakhir pula tugas para peserta dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Qur’an, ada yang melekat dengan Al-Qur’an, dan ada yang menjadi living Quran,” ujar Menteri Agama RI saat penutupan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional di Pangkep, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, prestasi dalam tilawah maupun hafalan hendaknya tidak berhenti pada pencapaian dalam perlombaan, tetapi juga harus diwujudkan melalui perubahan sikap, integritas dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Para peserta, khususnya ASN, diharapkan mampu menjadi contoh dalam menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an, baik dalam menghadapi berbagai persoalan, mengambil keputusan maupun memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(*)


