NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, memimpin Rapat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Perusahaan Besar Swasta (PBS) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau, Jumat (25/9). Dalam rapat tersebut, Bupati didampingi Dandim 1017/Lmd Letkol Arm. Ady Kurniawan serta Ketua DPRD Lamandau, Herianto.
Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lamandau, M. Irwansyah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Pejabat Utama (PJU) Polres Lamandau, para Kepala OPD terkait, Camat se-Kabupaten Lamandau, serta manajemen perusahaan swasta setempat.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut bertujuan menyelaraskan langkah dan memperkuat sinergi dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah Lamandau.
Dalam arahannya, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Penanganan ancaman kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi lintas sektor secara nyata. Pihak pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan aktif dari sektor swasta serta elemen masyarakat di wilayah rawan,” tegas Rizky.
Bupati menjelaskan, keberadaan Perusahaan Besar Swasta (PBS) di Kabupaten Lamandau memiliki peran vital, khususnya dalam mendukung upaya pencegahan dan pemadaman dini di area konsesi masing-masing maupun lingkungan sekitarnya.
“Keberadaan PBS di Kabupaten Lamandau memiliki peran vital untuk membantu pencegahan dan pemadaman dini di sekitar area konsesi masing-masing. Kami meminta pihak swasta untuk mengoptimalkan personel serta peralatan pemadam kebakaran yang dimiliki agar siap diterjunkan sewaktu-waktu saat terdeteksi titik panas,” ujar Bupati.
Selain kesiapan personel dan armada pemadam, Bupati Rizky juga menekankan pentingnya pembentukan dan penguatan Satgas Internal di setiap perusahaan, disertai peningkatan frekuensi patroli rutin di area rawan terbakar.
Menurutnya, langkah-langkah preventif tersebut jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan melakukan upaya pemadaman saat kobaran api sudah membesar dan meluas.
Dandim 1017/Lmd Letkol Arm. Ady Kurniawan dan Ketua DPRD Lamandau Herianto turut menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah daerah. Pihak TNI-Polri bersama jajaran legislatif mengonfirmasi kesiapan untuk mengawal serta memperkuat upaya pemantauan di lapangan agar mitigasi bencana karhutla dapat berjalan maksimal.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Bupati berharap seluruh pihak perusahaan swasta dan instansi terkait dapat langsung menindaklanjuti kesepakatan bersama dengan aksi nyata di lapangan.
“Sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan sektor swasta dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga wilayah Kabupaten Lamandau dari ancaman bencana karhutla dan polusi asap,” tandasnya. (bib)


