NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Lamandau menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok sekaligus membantu daya beli masyarakat. Dalam program tersebut, beras premium 5 kilogram dijual seharga Rp67 ribu dengan subsidi pemerintah mencapai 5 hingga 35 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Selasa (4/8/2026), juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Lamandau ke-24 serta menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program ini mendapat dukungan Bupati Lamandau Dr. Rizky Aditya Putra, S.E., M.M., Wakil Bupati Abdul Hamid, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dr. Aprimeno Sabdey, ST., M.Si., MT., D.Min.
Saat membuka kegiatan, Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid menegaskan pemerintah harus hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan, tetap terpenuhi di tengah tantangan ekonomi.
“Pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari hadirnya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu kebutuhan yang paling mendasar adalah tersedianya pangan yang cukup, mudah diperoleh, dan terjangkau,” ujar Abdul Hamid.
Dia mengatakan, Pemkab Lamandau memberikan subsidi sebesar 5 hingga 35 persen dari HET sehingga masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga lebih murah. Menurutnya, Gerakan Pangan Murah bukan sekadar bazar, tetapi bentuk sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat.
“Sejalan dengan tema Hari Jadi Kabupaten Lamandau ke-24, ‘Bersatu dan Berkolaborasi untuk Maju Bersama, Memperkuat Ekonomi dan Harmoni’, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, mendukung produk lokal, serta bersama-sama menjaga stabilitas ekonomi daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Dr. Aprimeno Sabdey, menjelaskan total subsidi yang disiapkan pemerintah dalam kegiatan tersebut mencapai Rp36,7 juta.
Melalui subsidi itu, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, yakni beras premium 5 kilogram Rp67 ribu per sak (650 sak), telur ayam Rp46 ribu per piring (600 piring), minyak goreng Rp19 ribu per liter (600 liter), gula pasir Rp16 ribu per kilogram (500 kilogram), bawang merah Rp34 ribu per kilogram (350 kilogram), bawang putih Rp35 ribu per kilogram (350 kilogram), serta cabai rawit Rp32 ribu per 0,5 kilogram dengan stok 50 kilogram.
Untuk menjaga ketertiban, panitia mewajibkan warga membawa fotokopi KTP Kabupaten Lamandau yang telah dituliskan daftar komoditas yang akan dibeli. Warga juga diimbau membawa uang pas agar transaksi lebih cepat serta membawa tas belanja sendiri karena panitia tidak menyediakan kantong plastik sebagai bagian dari gerakan ramah lingkungan.
“Melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah ini, Pemkab Lamandau berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, menjaga daya beli warga tetap stabil, serta efektif mengendalikan laju inflasi di daerah,” tandas Aprimeno. (bib)


