NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Polres Lamandau, Kodim 1017/Lmd, dan Satpol PP turun langsung memadamkan kebakaran lahan di kawasan belakang Pasar Induk Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Selasa malam (4/8/2026) sekitar pukul 20.35 WIB.
Proses pemadaman sempat diwarnai kendala lantaran adanya satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diduga menjadi pelaku pembakaran yang menghalangi petugas di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengonfirmasi bahwa ODGJ tersebut sempat mengancam dan menghambat upaya penanganan kebakaran oleh petugas.
“Lahan di belakang pasar induk diduga dibakar ODGJ dan ia menghalangi tugas memadamkan kebakaran menggunakan parang,” ungkap Hendikel kepada wartawan, Selasa malam (4/8/2026).
Namun, aksi penghalangan tersebut tidak berlangsung lama. Kedatangan personel kepolisian dan TNI di lokasi kejadian membuat ODGJ tersebut panik dan melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).
“Puji Tuhan api sudah padam dan ODGJ tersebut langsung kabur terbirit-birit saat melihat anggota gabungan tiba di lokasi,” tutur Hendikel.
Hingga Selasa malam, situasi di lokasi kebakaran telah dipastikan aman dan kondusif. Mengenai total luas lahan yang terdampak kebakaran, pihak BPBD belum dapat memberikan rincian pasti karena kendala jarak pandang di malam hari. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Polres Lamandau, Kodim 1017/Lmd, dan Satpol PP turun langsung memadamkan kebakaran lahan di kawasan belakang Pasar Induk Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Selasa malam (4/8/2026) sekitar pukul 20.35 WIB.
Proses pemadaman sempat diwarnai kendala lantaran adanya satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diduga menjadi pelaku pembakaran yang menghalangi petugas di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengonfirmasi bahwa ODGJ tersebut sempat mengancam dan menghambat upaya penanganan kebakaran oleh petugas.
“Lahan di belakang pasar induk diduga dibakar ODGJ dan ia menghalangi tugas memadamkan kebakaran menggunakan parang,” ungkap Hendikel kepada wartawan, Selasa malam (4/8/2026).
Namun, aksi penghalangan tersebut tidak berlangsung lama. Kedatangan personel kepolisian dan TNI di lokasi kejadian membuat ODGJ tersebut panik dan melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).
“Puji Tuhan api sudah padam dan ODGJ tersebut langsung kabur terbirit-birit saat melihat anggota gabungan tiba di lokasi,” tutur Hendikel.
Hingga Selasa malam, situasi di lokasi kebakaran telah dipastikan aman dan kondusif. Mengenai total luas lahan yang terdampak kebakaran, pihak BPBD belum dapat memberikan rincian pasti karena kendala jarak pandang di malam hari. (bib)