PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO — Menjelang tanggal 17 Agustus, Jalan RTA Milono perlahan berubah wajah. Deretan warna merah putih mulai tampak menyapa siapa saja yang melintas, menebar semarak kemerdekaan di sepanjang jalan utama Kota Palangka Raya.
Di balik keindahan pemandangan itu, ada kisah sederhana tentang seorang pria yang setiap tahun melintasi ribuan kilometer, demi menghantarkan semangat kemerdekaan ke Bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah.
Dia adalah Rafi, seorang pedagang asal Bandung, Jawa Barat. Bagi Rafi, menjelang bulan Agustus berarti satu hal. Yakni berangkat ke Palangka Raya dan membuka lapak atribut kemerdekaan. Bukan hal baru baginya, ini sudah menjadi rutinitas tahunan yang tak terputus.
“Tiap tahun memang ke sini. Ini sudah ketiga kalinya dan benar-benar jadi kebiasaan setiap kali HUT RI mendekat,” ujar Rafi saat ditemui di lapaknya, Selasa sore, (4/8/2026).
Di hadapannya, berjejer rapi berbagai macam pernak-pernik kemerdekaan. Mulai dari umbul-umbul yang melambai tertiup angin, hiasan tembok, hingga bendera Merah Putih dalam beragam ukuran. Harga pun disesuaikan agar bisa dijangkau siapa saja, dari yang kecil seharga Rp10.000 hingga bendera berukuran besar yang mencapai Rp400.000.
“Intinya supaya semua bisa ikut memeriahkan 17-an. Yang paling murah itu bendera kecil untuk dipasang di sepeda motor. Mau yang sederhana atau yang megah, kami sediakan agar semangat kemerdekaan bisa dirasakan seluruh warga,” jelasnya ramah.
Menurut pengalaman Rafi, masa penjualan biasanya berlangsung lebih dari sebulan. Meski saat ini belum memasuki puncak pembeli, antusiasme warga Palangka Raya sudah terlihat sangat menggembirakan. Biasanya, gelombang pembeli akan terus membludak seiring mendekatnya tanggal kemerdekaan.
Kegembiraan itu pun berbuah manis bagi usahanya. Meski tak menyebutkan angka pasti, Rafi mengisyaratkan keuntungan yang didapat lumayan menjanjikan, bahkan mencapai angka dua digit persen.
Namun bagi Rafi, ada makna yang lebih dalam dari sekadar keuntungan. Setiap bendera yang terjual, setiap umbul-umbul yang terpasang, baginya adalah satu titik cahaya semangat kemerdekaan yang menyala di hati masyarakat.
“Buat warga Palangka Raya, mari kita bersama-sama merayakan dan memeriahkan HUT RI ini,”ucapnya tulus.
Rafi hanyalah satu dari sekian banyak orang yang berperan menjaga agar semangat kemerdekaan tetap hidup. Melalui perjalanan jauh dan kesederhanaan usahanya, ia membuktikan kalua cinta tanah air memang tak mengenal jarak. (her/hnd)


