PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – DPRD Kalteng menyetujui rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi agen penyalur barang bersubsidi. Namun, program ini dituntut berjalan profesional dan transparan agar tepat sasaran.
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, menilai inisiatif pemerintah ini sangat positif. Ia menyebut koperasi punya peran vital dalam menggerakkan ekonomi akar rumput di desa.
“Kami mendukung jika koperasi dilibatkan dalam penyaluran barang bersubsidi. Tetapi pengelolaannya harus benar, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Purdiono meminta pemerintah menguji kesiapan operasional setiap unit Koperasi Merah Putih. Evaluasi ini mencakup kelayakan manajemen, pengawasan, hingga mutu pelayanan.
Ia mengingatkan, tolok ukur kesuksesan program bukan sekadar pada habisnya barang subsidi. Kemudahan masyarakat untuk mengakses barang tersebut jauh lebih penting.
“Yang paling penting distribusinya berjalan lancar, mudah dijangkau, dan benar-benar membantu kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ke depannya, Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya sekadar menjadi loket distribusi. Koperasi harus mampu menjadi motor utama penggerak ekonomi warga.
Untuk menghindari penyimpangan di lapangan, pengawasan dan penilaian yang rutin mutlak dilakukan.
“Program ini harus terus dievaluasi agar semakin baik dan bisa memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” tutupnya. (her)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – DPRD Kalteng menyetujui rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi agen penyalur barang bersubsidi. Namun, program ini dituntut berjalan profesional dan transparan agar tepat sasaran.
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, menilai inisiatif pemerintah ini sangat positif. Ia menyebut koperasi punya peran vital dalam menggerakkan ekonomi akar rumput di desa.
“Kami mendukung jika koperasi dilibatkan dalam penyaluran barang bersubsidi. Tetapi pengelolaannya harus benar, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Purdiono meminta pemerintah menguji kesiapan operasional setiap unit Koperasi Merah Putih. Evaluasi ini mencakup kelayakan manajemen, pengawasan, hingga mutu pelayanan.
Ia mengingatkan, tolok ukur kesuksesan program bukan sekadar pada habisnya barang subsidi. Kemudahan masyarakat untuk mengakses barang tersebut jauh lebih penting.
“Yang paling penting distribusinya berjalan lancar, mudah dijangkau, dan benar-benar membantu kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ke depannya, Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya sekadar menjadi loket distribusi. Koperasi harus mampu menjadi motor utama penggerak ekonomi warga.
Untuk menghindari penyimpangan di lapangan, pengawasan dan penilaian yang rutin mutlak dilakukan.
“Program ini harus terus dievaluasi agar semakin baik dan bisa memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” tutupnya. (her)