Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lamandau, Atie Dieni, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti sebanyak 20 peserta dari Kecamatan Bulik. Kegiatan berlangsung intensif selama tiga hari, mulai tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Menurut Atie, agar dapat bersaing di era modern, para peserta tidak hanya diajarkan aspek produksi saja. Mereka juga dibekali dengan ilmu manajemen bisnis penunjang.
“Berikut adalah beberapa materi fokus yang diberikan selama pelatihan yaitu Pembuatan hampers, buket bunga, dan bunga dari limbah kain perca,” ujarnya.
Lebih lanjujt ia menjelaskan, strategi memperluas jangkauan pasar lewat platform online, cara membangun identitas produk agar lebih menarik minat konsumen dan Menumbuhkan mentalitas dan jiwa usaha yang tangguh.
“Pembangunan ketenagakerjaan tidak bisa dipisahkan dari pembangunan daerah. Lewat pelatihan ini, kami ingin meningkatkan keterampilan, kreativitas, sekaligus menumbuhkan jiwa usaha peserta agar mampu membuka peluang kerja baru,” jelas Atie.
Melalui program berkelanjutan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Â Lamandau berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengubah keterampilan sederhana menjadi usaha produktif.
Dari tangan-tangan kreatif para peserta ini, diharapkan tidak hanya lahir produk kerajinan bernilai ekonomi, tetapi juga membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Bumi Bahaum Bakuba. (bib)
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lamandau, Atie Dieni, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti sebanyak 20 peserta dari Kecamatan Bulik. Kegiatan berlangsung intensif selama tiga hari, mulai tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Menurut Atie, agar dapat bersaing di era modern, para peserta tidak hanya diajarkan aspek produksi saja. Mereka juga dibekali dengan ilmu manajemen bisnis penunjang.
“Berikut adalah beberapa materi fokus yang diberikan selama pelatihan yaitu Pembuatan hampers, buket bunga, dan bunga dari limbah kain perca,” ujarnya.
Lebih lanjujt ia menjelaskan, strategi memperluas jangkauan pasar lewat platform online, cara membangun identitas produk agar lebih menarik minat konsumen dan Menumbuhkan mentalitas dan jiwa usaha yang tangguh.
“Pembangunan ketenagakerjaan tidak bisa dipisahkan dari pembangunan daerah. Lewat pelatihan ini, kami ingin meningkatkan keterampilan, kreativitas, sekaligus menumbuhkan jiwa usaha peserta agar mampu membuka peluang kerja baru,” jelas Atie.
Melalui program berkelanjutan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Â Lamandau berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengubah keterampilan sederhana menjadi usaha produktif.
Dari tangan-tangan kreatif para peserta ini, diharapkan tidak hanya lahir produk kerajinan bernilai ekonomi, tetapi juga membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Bumi Bahaum Bakuba. (bib)