PROKALTENG.CO – Tim Khusus (Timsus) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menorehkan keberhasilan dalam memburu pelaku penganiayaan berat yang menewaskan anggota Satresnarkoba Polres Katingan.
Setelah sebelumnya mengamankan Saldi alias Ateng, polisi kini berhasil meringkus Ramlan, yang diduga kuat sebagai salah satu otak di balik aksi penyerangan brutal tersebut, tidak lama ini.
Ramlan diketahui merupakan satu dari tiga orang yang diduga menjadi aktor intelektual atau provokator pergerakan massa. Aksi anarkis kelompok massa tersebut terjadi secara brutal saat petugas melakukan penangkapan bandar narkotika jenis sabu-sabu di Desa Tumbang Kalemei beberapa hari lalu.
Hingga saat ini, Timsus Polda Kalteng bersama Polres Katingan masih terus bergerak di lapangan. Petugas terus melakukan pengejaran secara intensif terhadap sejumlah terduga pelaku lain yang terlibat langsung dalam insiden berdarah tersebut.
Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, secara tegas membenarkan terkait penangkapan salah satu buronan utama ini.
“Ramlan kini telah diamankan dan sedang dimintai keterangan oleh penyidik,” ungkap AKBP Dodik Hartono saat dikonfirmasi, Sabtu malam (4/7/2026).
Sebagai informasi, insiden tragis ini bermula saat anggota Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan hukum terhadap peredaran gelap sabu-sabu di Desa Tumbang Kalemei. Namun, upaya petugas diadang oleh sekelompok massa yang terprovokator, hingga berujung pada penyerangan brutal yang mengakibatkan gugurnya personel kepolisian.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk aksi premanisme dan perlawanan terhadap hukum, serta berkomitmen mengusut tuntas kasus ini hingga seluruh pelaku tertangkap. (bib)
PROKALTENG.CO – Tim Khusus (Timsus) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menorehkan keberhasilan dalam memburu pelaku penganiayaan berat yang menewaskan anggota Satresnarkoba Polres Katingan.
Setelah sebelumnya mengamankan Saldi alias Ateng, polisi kini berhasil meringkus Ramlan, yang diduga kuat sebagai salah satu otak di balik aksi penyerangan brutal tersebut, tidak lama ini.
Ramlan diketahui merupakan satu dari tiga orang yang diduga menjadi aktor intelektual atau provokator pergerakan massa. Aksi anarkis kelompok massa tersebut terjadi secara brutal saat petugas melakukan penangkapan bandar narkotika jenis sabu-sabu di Desa Tumbang Kalemei beberapa hari lalu.
Hingga saat ini, Timsus Polda Kalteng bersama Polres Katingan masih terus bergerak di lapangan. Petugas terus melakukan pengejaran secara intensif terhadap sejumlah terduga pelaku lain yang terlibat langsung dalam insiden berdarah tersebut.
Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, secara tegas membenarkan terkait penangkapan salah satu buronan utama ini.
“Ramlan kini telah diamankan dan sedang dimintai keterangan oleh penyidik,” ungkap AKBP Dodik Hartono saat dikonfirmasi, Sabtu malam (4/7/2026).
Sebagai informasi, insiden tragis ini bermula saat anggota Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan hukum terhadap peredaran gelap sabu-sabu di Desa Tumbang Kalemei. Namun, upaya petugas diadang oleh sekelompok massa yang terprovokator, hingga berujung pada penyerangan brutal yang mengakibatkan gugurnya personel kepolisian.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk aksi premanisme dan perlawanan terhadap hukum, serta berkomitmen mengusut tuntas kasus ini hingga seluruh pelaku tertangkap. (bib)