26.3 C
Jakarta
Monday, May 20, 2024
spot_img

Atasi Inflasi, Bupati Kotim Berencana Dirikan Lumbung Pangan

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupa ten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana membuat lumbung pangan. Hal itu salah satu strategi dalam menekan inflansi yang kerap terjadi di daerah itu. Pernyataan itu disampaikan Bupati Kotim, Halikinnor usai mengikuti rakornas yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo dan diikuti oleh kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia secara virtual di aula rumah jabatan bupati, Kamis (18/8).

Rakornas yang dibuka langsung Presiden RI itu bertujuan untuk mengatasi inflasi dengan menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional. “Rencananya pada tahun 2023 mempersiapkan lumbung pangan. Hal ini karena sering terjadi infl asi di wilayah kita, dan sampai sekarang kita belum punya karena masih kesulitan lantaran pandemi Covid-19 yang melanda,” kata Halikinnor.

Baca Juga :  Cek Izin Kefarmasian untuk Menjamin Mutu dan Kualitas Apotek

Bupati menyebutkan, pihaknya akan menyiapkan lahan sekitar 100 hektar untuk mendirikan lumbung pangan tersebut. Dia berharap, rencana itu bisa terwujud dalam mengatasi terjadinya infl asi di Kabupaten Kotim.

Menurutnya, Pemkab Kotim sudah memperhatikan siklus terjadinya lonjakan pemicu infl asi pada bulan tertentu. Sehingga dengan perhitung tersebut, pemerintah daerah bisa menjaga stabilitas infl asi agar tidak melonjak terlalu tinggi. Halikin menyebutkan, di daerah Kotim sendiri terdapat beberapa komoditi yang memicu terjadinya infl asi. Komoditi tersebut merupakan bumbu dapur (bahan rumah tangga red) yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Dikatakannya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan komoditi tersebut meliputi bawang merah, cabe, telur dan tomat termasuk energi. “Dalam rapat tadi, rencanyanya akan ada subsidi bagi komoditi yang memicu inflasi. Contohnya cabe yang saat ini Rp75 ribu mau disubsidi minimal Rp5 ribu satu kilo,” tukasnya.

Baca Juga :  PARAH! 14 Rumah di Desa Tewai Hara Terendam

Halikinnor mengungkapkan, dalam seminggu terakhir, Kabupaten Kotawaringin Timur meng alami inflasi sebesar 0,44 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,89. Hal tersebut dikarenakan terjadinya kenaikan harga pada beberapa komoditi berupa kebutuhan pokok di pasar. (*/mif/sli/ans)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupa ten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana membuat lumbung pangan. Hal itu salah satu strategi dalam menekan inflansi yang kerap terjadi di daerah itu. Pernyataan itu disampaikan Bupati Kotim, Halikinnor usai mengikuti rakornas yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo dan diikuti oleh kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia secara virtual di aula rumah jabatan bupati, Kamis (18/8).

Rakornas yang dibuka langsung Presiden RI itu bertujuan untuk mengatasi inflasi dengan menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional. “Rencananya pada tahun 2023 mempersiapkan lumbung pangan. Hal ini karena sering terjadi infl asi di wilayah kita, dan sampai sekarang kita belum punya karena masih kesulitan lantaran pandemi Covid-19 yang melanda,” kata Halikinnor.

Baca Juga :  Cek Izin Kefarmasian untuk Menjamin Mutu dan Kualitas Apotek

Bupati menyebutkan, pihaknya akan menyiapkan lahan sekitar 100 hektar untuk mendirikan lumbung pangan tersebut. Dia berharap, rencana itu bisa terwujud dalam mengatasi terjadinya infl asi di Kabupaten Kotim.

Menurutnya, Pemkab Kotim sudah memperhatikan siklus terjadinya lonjakan pemicu infl asi pada bulan tertentu. Sehingga dengan perhitung tersebut, pemerintah daerah bisa menjaga stabilitas infl asi agar tidak melonjak terlalu tinggi. Halikin menyebutkan, di daerah Kotim sendiri terdapat beberapa komoditi yang memicu terjadinya infl asi. Komoditi tersebut merupakan bumbu dapur (bahan rumah tangga red) yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Dikatakannya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan komoditi tersebut meliputi bawang merah, cabe, telur dan tomat termasuk energi. “Dalam rapat tadi, rencanyanya akan ada subsidi bagi komoditi yang memicu inflasi. Contohnya cabe yang saat ini Rp75 ribu mau disubsidi minimal Rp5 ribu satu kilo,” tukasnya.

Baca Juga :  PARAH! 14 Rumah di Desa Tewai Hara Terendam

Halikinnor mengungkapkan, dalam seminggu terakhir, Kabupaten Kotawaringin Timur meng alami inflasi sebesar 0,44 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,89. Hal tersebut dikarenakan terjadinya kenaikan harga pada beberapa komoditi berupa kebutuhan pokok di pasar. (*/mif/sli/ans)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru