32.5 C
Jakarta
Wednesday, June 19, 2024
spot_img

PARAH! 14 Rumah di Desa Tewai Hara Terendam

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Setelah sempat surut, banjir kini kembali merendam wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Puluhan rumah di daerah pedalaman terendam akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah itu.

Banjir paling parah merendam Desa Tewai Hara, Kecamatan Bukit Santuai. Didesa itu 14 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 60-80 sentimeter. Selain desa tersebut, kenaikan debit air juga mulai meningkat di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

“Kondisi banjir di wilayah pedalaman berpotensi bertambah parah. Pasalnya dalam beberapa hari terakhir curah hujan meningkat,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Rihel, Senin (3/10).

Dia menyebutkan, kondisi cuaca di Kotim memang seperti ini. Beberapa hari hujan lalu beberapa hari panas. Tiga hari tidak hujan langsung ada kebakaran. Makanya status tanggap darurat belum dicabut.

Baca Juga :  Bupati Sempat Kurang Yakin, dengan Metode CRTBR Lebih Cepat

Sementara menyikapi banjir, Kotim masih berstatus tanggap darurat bencana banjir hingga kini juga belum dicabut mengingat masih terus terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Rihel menambahkan, banjir yang merendam puluhan rumah didesa tersebut, lantaran debit air sungai mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan curah hujan cukup tinggi.

“Informasinya di wilayah itu hujan hampir setiap hari terjadi. Sehingga air sungai meluap,” tandasnya. Adapun ketinggian air air bervariasi, terutama di dataran rendah berkisar 50 sentimeter. Dia mengimbau, masyarakat untuk selalu siaga dan waspada terhadap bencana alam, mengingat saat ini kondisi cuaca tidak menentu dan cukup ekstrem. (sli/ans/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Setelah sempat surut, banjir kini kembali merendam wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Puluhan rumah di daerah pedalaman terendam akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah itu.

Banjir paling parah merendam Desa Tewai Hara, Kecamatan Bukit Santuai. Didesa itu 14 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 60-80 sentimeter. Selain desa tersebut, kenaikan debit air juga mulai meningkat di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

“Kondisi banjir di wilayah pedalaman berpotensi bertambah parah. Pasalnya dalam beberapa hari terakhir curah hujan meningkat,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Rihel, Senin (3/10).

Dia menyebutkan, kondisi cuaca di Kotim memang seperti ini. Beberapa hari hujan lalu beberapa hari panas. Tiga hari tidak hujan langsung ada kebakaran. Makanya status tanggap darurat belum dicabut.

Baca Juga :  Bupati Sempat Kurang Yakin, dengan Metode CRTBR Lebih Cepat

Sementara menyikapi banjir, Kotim masih berstatus tanggap darurat bencana banjir hingga kini juga belum dicabut mengingat masih terus terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Rihel menambahkan, banjir yang merendam puluhan rumah didesa tersebut, lantaran debit air sungai mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan curah hujan cukup tinggi.

“Informasinya di wilayah itu hujan hampir setiap hari terjadi. Sehingga air sungai meluap,” tandasnya. Adapun ketinggian air air bervariasi, terutama di dataran rendah berkisar 50 sentimeter. Dia mengimbau, masyarakat untuk selalu siaga dan waspada terhadap bencana alam, mengingat saat ini kondisi cuaca tidak menentu dan cukup ekstrem. (sli/ans/kpg)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru