Kondisi cuaca kering yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam lebih dari sepekan terakhir. Memicu meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) sepanjang Januari 2026
Guyuran hujan yang melanda Kota Sampit dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir membawa kabar baik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut curah hujan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Menggelar simulasi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyambut baik program pelatihan relawan yang digagas oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Seiring meningkatnya suhu panas dalam beberapa hari terakhir, kebakaran lahan mulai bermunculan di berbagai wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Salah satu kejadian terbaru di Jalan Bumi Ayu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rabu (12/2) pukul 11.30 WIB.
Selain langkah-langkah mitigasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan juga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengelar rapat koordinasi persiapan untuk menghadapi bencana banjir yang berpotensi terjadi, karena saat ini memasuki musim hujan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melaporkan sudah ada puluhan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Januari hingga pertengahan Agustus 2024.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sehingga Satgas penanggulangan bencana pun berjibaku memadamkan api hingga tengah malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim). Mengeluarkan peringatan serius terkait potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yang sebagian besar disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim). Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil langkah proaktif dengan mengaktifkan 6 pos lapangan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah ini. Pos-pos tersebut tersebar di beberapa kecamatan strategis di Kotim.
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah mulai ditemukan. Menurut Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyampaikan bahwa Karhutla terjadi pada Minggu (14/7) siang dan dua titik yaitu Jalan Antang Barat, Kecamatan Baamang dan Jalan RSUD Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan luasan kurang dari satu hektare.Â
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim), tengah bersiap menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kesiapan itu dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim sejak dini, untuk menghindari bencana besar yang bisa saja terjadi ketika musim kemarau tiba.
BPBD Kabupaten Kotim akan bersiap menghadapi potensi dua bencana yang terjadi secara bersamaan tahun ini, lantaran adanya perbedaan musim di sebagian wilayah Kabupaten Kotim ini, Baik bencana banjir maupun kebakaran hutan dan lahan (Kathutla)
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memperpanjang masa transisi darurat banjir di wilayah tersebut, Jumat (31/5). Keputusan itu diambil usai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim beserta instansi terkait melakukan rapat evaluasi terkait hal tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar diskusi publik. Terkait rencana awal penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana, Kamis (30/5).
Banjir di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meluas. Dan sudah merendam belasan desa, Sebelumnya banjir merendam empat desa yang tersebar di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Telaga Antang dan Antang Kalang sejak Sabtu (25/5) lalu, akibat tingginya curah hujan dalam dua hari terakhir ini.
Banjir kembali terjadi di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan merendam empat desa di dua kecamatan, hal itu dikarenakan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir diwilayah tersebut.
Curah hujan yang tinggi nampaknya bukan satu-satunya biang kerok penyebab banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Remaining On Board (ROB) atau yang dikenal dengan pasang besar yang menyebabkan luapan air laut juga perlu diwaspadai. Sebab, banjir ROB diketahu terjadi di beberapa titik di Kotim khusunya wilayah selatan.
Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini masih dalam status tanggap darurat bencana banjir hingga tanggal 17 mei nanti. Banjir masih berada di lokasi terakhir berdasarkan kajian risiko bencana di desa Hanjalipan. Namun aktivitas masyarakat di desa tersebut berjalan normal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar sosialisasi penanggulangan bencana bagi anak-anak usia dini, Selasa (14/5). acara yang dilangsungkan di halaman kantor BPBD Kotim itu dimaksudkan untuk mengedukasi anak didik terhadap potensi bencana yang kerap terjadi di daerah ini.
Banjir yang melanda di Desa Bagendang Tengah Kecamatan Mentaya Hilir Utara akibat meluapnya Sungai Sampit  setelah hujan deras beberapa hari terakhir ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih lantaran sumur yang selama ini menjadi sumber air bersih, kini terendam banjir. Untuk itulah masyarakat memerlukan bantuan air bersih.Â
Hujan lebat disertai petir yang melanda disejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terjadi pada Minggu (28/4) malam pukul 19.30, hingga pagi hari Senin (29/4) pukul 08.00 membuat dua Kecamatan dalam kota Sampit terjadi banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama pihak Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dan Kelurahan hari ini mengerahkan puluhan pegawainya untuk bergotong-royong membersihkan drainase atau saluran air yang biasa disebut dengan sungai mentawa.
Banjir yang menggenang beberapa wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini berangsur surut. Curah hujan yang menurun menjadi salah satu faktor banjir di Kotim berangsur surut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendeteksi lima titik panas atau hotspot yang ada diwilayah ini. Kelima titik panas tersebut akan terus dimonitoring oleh BPBD Kotim untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) memperpanjang status tanggap darurat banjir. Keputusan itu diambil usai Pemkab Kotim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim bersama instansi terkait menggelar rapat Jumat pagi (8/3).
Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menghantui masyarakat, khususnya di Kecamatan Parenggean dan Kota Besi karena curah hujan saat ini masih tinggi sehingga rawan memicu banjir kembali meningkat.
Sudah hampir sepekan banjir melanda di sejumlah desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kali ini banjir juga melanda Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 180 Centimeter, Akibatnya aktifitas warga saat ini lumpuh total.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan arahan kepada masyarakat Kotim. Agar bisa mewaspadai puncak curah musim hujan tahun ini. Berdasarkan pantauam Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak curah hujan di Kotim akan masuk pada akhir tahun ini hingga Bulan Februari mendatang.
- Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di kagetkan adanya guncangan gempa bumi sekitar pukul 01.21 WIB dini hari, Gempa dengan magnitudo 4,5 getaran terasa di sejumlah wilayah kabupaten ini, meski tidak memicu tsunami.
Musim kemarau yang melanda mulai bulan Agustus hingga Oktober tahun 2023 ini membuat kekeringan di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi itu membuat krisis air bersih di banyak desa di wilayah selatan yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit dan Kecamatan Pulau Hanaut.
Melihat perkembangan baik tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotim memutuskan untuk menurunkan status tanggap darurat Karhutla menjadi transisi darurat Karhutla pemulihan mulai hari ini, Selasa (24/10).
Beberapa wilayah di Kotim bahkan menjadi sorotan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim. Misalnya saja di wilayah selatan. Wilayah tersebut menjadi sorotan akibat titik api yang marak terdeteksi di wilayah tersebut.
Kebakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus terjadi, Kabut asap saat pagi hari kian pekat setelah amukan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mengganas di sejumlah lokasi
Berdasarkan penyampaian evaluasi.Status tanggap darurat Karhutla diperpanjangan. Tujuannya agar penanganannya dapat lebih maksimal dan perpanjangan ini akan dilakukan mulai dari 7 hari hingga 14 hari kedepan
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Terus ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Kotim. Berbagai cara digunakan petugas untuk memadamkan api yang hampir setiap hari muncul. Salah satunya adalah dengan penggunaan zat adiktif racun api untuk mempercepat proses pemadaman.
Tetesan air hujan lokal yang membasahi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sejak Selasa (5/9) lalu. Disambut penuh syukur. Bukan tanpa alasan, Bumi Habaring Hurung sudah sejak beberapa bulan terakhir mengalami musim kemarau.
BPBD Kotim, Multazam, mengatakan, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi ke masyarakat dan patrol lebih massif kepada masyarakat selama status siaga berlangsung.