Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, ia menilai Kotim memiliki modal sosial yang kuat melalui semangat gotong royong atau Habaring Hurung. Semangat tersebut dinilainya menjadi kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan daerah.
“Habaring Hurung bukan sekadar ungkapan. Habaring Hurung adalah jati diri kita, dan merupakan pesan yang dititipkan nenek moyang kita agar terus semangat untuk saling membantu, saling menguatkan, dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” tuturnya.
Halikinnor kemudian mengajak seluruh elemen daerah mengambil peran masing-masing. Pemerintah bekerja, masyarakat bergerak, dunia usaha berkontribusi dan generasi muda berkarya.
Ia menegaskan perbedaan suku, agama, budaya maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk memecah masyarakat Kotim.
“Kita boleh berbeda suku, agama, budaya, dan latar belakang. Tetapi kita memiliki rumah yang sama yaitu Kotawaringin Timur,” katanya.
Menurut Halikinnor, momentum HUT ke-81 RI harus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan sekaligus memastikan pembangunan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
“Mari kita jadikan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk memperkuat tekad dan kebersamaan,” pungkasnya. (mif/kpg)
Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, ia menilai Kotim memiliki modal sosial yang kuat melalui semangat gotong royong atau Habaring Hurung. Semangat tersebut dinilainya menjadi kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan daerah.
“Habaring Hurung bukan sekadar ungkapan. Habaring Hurung adalah jati diri kita, dan merupakan pesan yang dititipkan nenek moyang kita agar terus semangat untuk saling membantu, saling menguatkan, dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” tuturnya.
Halikinnor kemudian mengajak seluruh elemen daerah mengambil peran masing-masing. Pemerintah bekerja, masyarakat bergerak, dunia usaha berkontribusi dan generasi muda berkarya.
Ia menegaskan perbedaan suku, agama, budaya maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk memecah masyarakat Kotim.
“Kita boleh berbeda suku, agama, budaya, dan latar belakang. Tetapi kita memiliki rumah yang sama yaitu Kotawaringin Timur,” katanya.
Menurut Halikinnor, momentum HUT ke-81 RI harus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan sekaligus memastikan pembangunan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
“Mari kita jadikan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk memperkuat tekad dan kebersamaan,” pungkasnya. (mif/kpg)