Warga Lihat Asap Hitam Sebelum Rumah di Jalan Akasia Terbakar

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di Jalan Akasia, Kota Palangka Raya, Selasa (18/8/2026) malam, sesaat setelah salat Magrib. Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik setelah kepulan asap hitam terlihat dari bagian samping tandon rumah.

Salah seorang warga, Azhar (40), mengaku pertama kali melihat kepulan asap hitam tersebut. Saat itu, kobaran api belum terlihat sehingga ia langsung memanggil warga sekitar untuk meminta bantuan.

“Awalnya asap hitam dulu. Saya panggil orang, kayaknya kebakaran,” tegasnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurutnya, asap semakin tebal sebelum akhirnya kobaran api mulai terlihat. Warga kemudian berupaya melakukan penyelamatan dan mengantisipasi api merambat ke bangunan di sekitarnya.

“Belum kelihatan api. Asapnya tebal. Saya panggil dulu orang-orang di luar. Begitu masuk kembali, baru keluar apinya,” tuturnya.

Saat api mulai membesar, warga juga segera mengevakuasi seorang warga lanjut usia yang tidak bisa berjalan. Lansia tersebut dikhawatirkan terdampak jika api merambat ke rumah di belakangnya.

“Saya panggil anaknya. Begitu ada warga, kita minta bantu mengangkat orang tua itu ke sana. Pakai sarung dibawa keluar,” ungkapnya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Dari Libur Kuliah Jadi Barista, Aca Temukan Pengalaman Baru

Informasi kebakaran kemudian diteruskan kepada warga lainnya dan petugas pemadam kebakaran. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berkumpul dan membantu proses penanganan.

Rumah yang terbakar diketahui milik seorang warga bernama Haji Basit. Adhar mengaku mengenal pemilik rumah tersebut karena sering melihatnya berada di sekitar lokasi. Haji Basit diketahui sehari-hari berjualan di pasar.

“Kenal, sering duduk di sini juga. Haji Basit namanya. Jualan di pasar,” katanya.

Saat kebakaran terjadi, rumah tersebut dalam keadaan kosong. Pemilik rumah biasanya sudah berangkat ke pasar sekitar pukul 17.00 WIB dan baru kembali pada malam hari.

“Biasanya jam lima sudah ke pasar, nanti jam 10 malam baru pulang,” jelasnya.

Adhar juga sempat berusaha membuka akses masuk ke dalam rumah untuk memastikan tidak ada orang yang terjebak. Namun, upaya tersebut terkendala karena kaca yang hendak dibuka ternyata masih dilapisi kawat.

“Saya bobol kaca itu, ternyata ada kawatnya lagi. Enggak bisa masuk. Kalau bisa masuk tadi, masih bisa diselamatkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Usulan Baru KHBS di Kalteng Masih Diverifikasi

Ia memastikan tidak ada respons dari dalam rumah ketika kaca tersebut dipecahkan. Tak lama kemudian, api semakin membesar dan menjalar ke bagian balok rumah.

“Begitu keluar panggil orang, masuk lagi, api sudah langsung ikut panjang ke balok rumah. Sudah besar apinya, langsung ikut balok semua,” ungkapnya.

Saksi memperkirakan titik awal kebakaran berada di bagian belakang rumah, tepatnya di sekitar dapur dan samping tandon. Ia juga menyebut lokasi tersebut sebelumnya pernah mengalami kebakaran, meski tidak separah kejadian kali ini.

“Ini dapur, tapi samping tandon. Sebelumnya, belum sampai setahun, pernah juga kebakaran di sini,” pungkasnya.

Beruntung, warga sekitar bergerak cepat melakukan evakuasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tidak ada laporan mengenai warga yang berada di dalam rumah saat api mulai membesar.

Penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui dan masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait. (mg2)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di Jalan Akasia, Kota Palangka Raya, Selasa (18/8/2026) malam, sesaat setelah salat Magrib. Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik setelah kepulan asap hitam terlihat dari bagian samping tandon rumah.

Salah seorang warga, Azhar (40), mengaku pertama kali melihat kepulan asap hitam tersebut. Saat itu, kobaran api belum terlihat sehingga ia langsung memanggil warga sekitar untuk meminta bantuan.

“Awalnya asap hitam dulu. Saya panggil orang, kayaknya kebakaran,” tegasnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, asap semakin tebal sebelum akhirnya kobaran api mulai terlihat. Warga kemudian berupaya melakukan penyelamatan dan mengantisipasi api merambat ke bangunan di sekitarnya.

“Belum kelihatan api. Asapnya tebal. Saya panggil dulu orang-orang di luar. Begitu masuk kembali, baru keluar apinya,” tuturnya.

Saat api mulai membesar, warga juga segera mengevakuasi seorang warga lanjut usia yang tidak bisa berjalan. Lansia tersebut dikhawatirkan terdampak jika api merambat ke rumah di belakangnya.

“Saya panggil anaknya. Begitu ada warga, kita minta bantu mengangkat orang tua itu ke sana. Pakai sarung dibawa keluar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dari Libur Kuliah Jadi Barista, Aca Temukan Pengalaman Baru

Informasi kebakaran kemudian diteruskan kepada warga lainnya dan petugas pemadam kebakaran. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berkumpul dan membantu proses penanganan.

Rumah yang terbakar diketahui milik seorang warga bernama Haji Basit. Adhar mengaku mengenal pemilik rumah tersebut karena sering melihatnya berada di sekitar lokasi. Haji Basit diketahui sehari-hari berjualan di pasar.

“Kenal, sering duduk di sini juga. Haji Basit namanya. Jualan di pasar,” katanya.

Saat kebakaran terjadi, rumah tersebut dalam keadaan kosong. Pemilik rumah biasanya sudah berangkat ke pasar sekitar pukul 17.00 WIB dan baru kembali pada malam hari.

“Biasanya jam lima sudah ke pasar, nanti jam 10 malam baru pulang,” jelasnya.

Adhar juga sempat berusaha membuka akses masuk ke dalam rumah untuk memastikan tidak ada orang yang terjebak. Namun, upaya tersebut terkendala karena kaca yang hendak dibuka ternyata masih dilapisi kawat.

“Saya bobol kaca itu, ternyata ada kawatnya lagi. Enggak bisa masuk. Kalau bisa masuk tadi, masih bisa diselamatkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Usulan Baru KHBS di Kalteng Masih Diverifikasi

Ia memastikan tidak ada respons dari dalam rumah ketika kaca tersebut dipecahkan. Tak lama kemudian, api semakin membesar dan menjalar ke bagian balok rumah.

“Begitu keluar panggil orang, masuk lagi, api sudah langsung ikut panjang ke balok rumah. Sudah besar apinya, langsung ikut balok semua,” ungkapnya.

Saksi memperkirakan titik awal kebakaran berada di bagian belakang rumah, tepatnya di sekitar dapur dan samping tandon. Ia juga menyebut lokasi tersebut sebelumnya pernah mengalami kebakaran, meski tidak separah kejadian kali ini.

“Ini dapur, tapi samping tandon. Sebelumnya, belum sampai setahun, pernah juga kebakaran di sini,” pungkasnya.

Beruntung, warga sekitar bergerak cepat melakukan evakuasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tidak ada laporan mengenai warga yang berada di dalam rumah saat api mulai membesar.

Penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui dan masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait. (mg2)

Terpopuler

Artikel Terbaru