Oleh: Dr. Miar, S.E., M.Si., CERA
KEPUTUSAN Indonesia bergabung sebagai anggota penuh kelompok ekonomi BRICS (berasal dari huruf awal negara pendirinya, yaitu Brazil, Russia, India, China, South Africa).
BRICS merupakan aliansi ekonomi negara-negara berkembang yang berupaya memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan pembangunan guna menciptakan tatanan ekonomi dunia yang lebih seimbang.
Bergabungnya Indonesia ke dalam forum yang kini mewakili lebih dari 40 persen populasi dunia dan sekitar seperempat perekonomian global membuka peluang besar bagi perluasan pasar, investasi, pembiayaan pembangunan, serta penguatan posisi tawar Indonesia dalam tata kelola ekonomi internasional.
Namun, pertanyaan yang lebih penting bukanlah apakah Indonesia diuntungkan oleh BRICS, melainkan apakah Indonesia mampu memanfaatkan peluang tersebut secara optimal.
Sebab sejarah menunjukkan bahwa keanggotaan dalam organisasi internasional tidak otomatis menghasilkan manfaat ekonomi apabila tidak diikuti strategi nasional yang jelas.
Keanggotaan Indonesia di BRICS juga harus dilihat dalam konteks perubahan lanskap ekonomi global yang semakin tidak menentu.
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia menghadapi berbagai tekanan, mulai dari konflik geopolitik, gangguan rantai pasok global, perang dagang antarnegara besar, hingga meningkatnya kecenderungan proteksionisme di berbagai kawasan.
Kondisi tersebut menuntut Indonesia untuk tidak bergantung pada satu pasar, satu sumber investasi, atau satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Diversifikasi menjadi kata kunci.


