BRICS dan Strategi Menghadapi Gejolak Ekonomi Global

Pengalaman berbagai krisis menunjukkan bahwa negara yang memiliki daya beli masyarakat yang kuat cenderung lebih mampu bertahan menghadapi tekanan global dibandingkan negara yang terlalu bergantung pada ekspor.

Dengan kata lain, BRICS dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas peluang ekonomi, tetapi fondasi ketahanan tetap harus dibangun dari dalam negeri.

Tanpa daya saing yang kuat, Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi produk negara lain.

Sebaliknya, dengan struktur ekonomi yang lebih produktif dan inovatif, Indonesia dapat memanfaatkan BRICS sebagai kendaraan untuk mempercepat transformasi menuju negara maju.

Keanggotaan BRICS pada dasarnya bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperkuat daya tahan dan daya saing ekonomi nasional.

Baca Juga :  Taklukkan Arab Saudi 2-0, Marselino Ferdinan Hidupkan Asa Indonesia

Di tengah gejolak ekonomi global yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar akses pasar dan investasi.

Indonesia membutuhkan transformasi ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan produktivitas, dan memperluas kesempatan kerja.

Electronic money exchangers listing

Jika momentum BRICS mampu dimanfaatkan untuk tujuan tersebut, Indonesia tidak hanya akan menjadi penumpang dalam perubahan ekonomi dunia, tetapi juga ikut menentukan arah perjalanannya.

Dengan ekonomi yang semakin kuat dan mandiri, Indonesia berpeluang tampil sebagai salah satu kekuatan utama di antara negara-negara berkembang pada abad ke-21.

*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya

 

Pengalaman berbagai krisis menunjukkan bahwa negara yang memiliki daya beli masyarakat yang kuat cenderung lebih mampu bertahan menghadapi tekanan global dibandingkan negara yang terlalu bergantung pada ekspor.

Dengan kata lain, BRICS dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas peluang ekonomi, tetapi fondasi ketahanan tetap harus dibangun dari dalam negeri.

Tanpa daya saing yang kuat, Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi produk negara lain.

Electronic money exchangers listing

Sebaliknya, dengan struktur ekonomi yang lebih produktif dan inovatif, Indonesia dapat memanfaatkan BRICS sebagai kendaraan untuk mempercepat transformasi menuju negara maju.

Keanggotaan BRICS pada dasarnya bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperkuat daya tahan dan daya saing ekonomi nasional.

Baca Juga :  Taklukkan Arab Saudi 2-0, Marselino Ferdinan Hidupkan Asa Indonesia

Di tengah gejolak ekonomi global yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar akses pasar dan investasi.

Indonesia membutuhkan transformasi ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan produktivitas, dan memperluas kesempatan kerja.

Jika momentum BRICS mampu dimanfaatkan untuk tujuan tersebut, Indonesia tidak hanya akan menjadi penumpang dalam perubahan ekonomi dunia, tetapi juga ikut menentukan arah perjalanannya.

Dengan ekonomi yang semakin kuat dan mandiri, Indonesia berpeluang tampil sebagai salah satu kekuatan utama di antara negara-negara berkembang pada abad ke-21.

*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya

 

Terpopuler

Artikel Terbaru