PROKALTENG.CO – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengalokasikan kuota sekitar 2.000 peserta program SMK Go Global untuk Kabupaten Lampung Timur pada tahun depan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla saat meresmikan kick-off Layanan Terpadu Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui Migrant Worker Resource Center (MRC) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sukadana,Jumat (25/9/2026).
Kehadiran MRC menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan pelindungan PMI sejak tahap persiapan, penempatan, hingga setelah bekerja. Layanan tersebut diharapkan lebih terintegrasi dan mudah diakses oleh calon Pekerja Migran Indonesia, Pekerja Migran Indonesia, serta keluarga Pekerja Migran Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, Direktur Jenderal Pelindungan KP2MI, Rinardi, Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, Muh. Fachri, Diego Rei, Labour and Employment Specialist ILO Indonesia dan Timor Leste, sejumlah Pejabat Tinggi Pratama KP2MI, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung, Kombes. Pol. Mulia Nugraha, Sekjen SBMI Pimpinan Pusat Juwarih, Koordinator MRC DPN SBMI Dina Nuriyati, Ketua Solidaritas Perempuan Pusat Armayanti Sanusi, serta Koordinator Program ILO Sinthia Harkrisnowo.
Wamen P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam menghadirkan MRC. Menurutnya, layanan pelindungan Pekerja Migran Indonesia perlu dibangun sebagai satu ekosistem sejak seseorang memutuskan bekerja ke luar negeri.
“Bapak Presiden menekankan kepada kita bahwa pelindungan itu harus dilihat dalam satu ekosistem. Mulai dari penyiapannya, proses pelatihan, pemenuhan dokumen, sampai dengan proses penempatan,” ujar Wamen Dzulfikar.
Karena itu, pelindungan tidak hanya dilakukan ketika Pekerja Migran Indonesia menghadapi persoalan di negara penempatan. Informasi yang benar, pelatihan, kelengkapan dokumen, dan pemahaman terhadap perjanjian kerja menjadi bagian penting dalam proses persiapan.
“Kalau dokumennya siap, kemudian perjanjiannya transparan, lalu kemudian pelatihan skill dan bahasanya juga terpenuhi, itu sudah 90 persen dari total upaya pelindungan yang kita lakukan,” kata Dzulfikar.
MRC Jadi Pusat Layanan Terpadu
MRC Kabupaten Lampung Timur menjadi salah satu simpul layanan informasi dan pendampingan bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri. Layanan tersebut mencakup informasi peluang kerja, administrasi kependudukan, dokumen perjalanan, pemeriksaan kesehatan, serta informasi proses penempatan dan pelindungan.
Dukungan lintas instansi turut disiapkan dalam penyelenggaraan layanan tersebut. Pemerintah daerah mendukung pelayanan administrasi dan kependudukan, sementara pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan melalui rumah sakit daerah dan fasilitas kesehatan lainnya.


