PROKALTENG.CO – Peluang lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri semakin terbuka. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mempercepat Program SMK Go Global dengan mengarahkan pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja global sekaligus memastikan adanya peluang penempatan bagi peserta.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Menteri (Wamen) P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, dalam Rapat Konsolidasi SMK Go Global bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) regional Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi di Ruang Rapat Adelina Sau, Selasa (11/8/2026).
“Job order (JO) harus tersedia terlebih dahulu sebelum menentukan peserta. JO tersebut kemudian perlu di-link and match-kan dengan lokasi pelatihan serta disesuaikan dengan talent pool yang tersedia,” tegas Dzulfikar.
Menurutnya, pendekatan berbasis demand menjadi prinsip penting dalam pelaksanaan Program SMK Go Global.
Peserta tidak boleh sekadar dilatih tanpa adanya kepastian kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan.
“Proses pelaksanaan harus berbasis demand, sehingga penentuan kebutuhan dan JO dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penentuan pelatihan dan peserta,” ujarnya.
5 Pilar SMK Go Global
Dalam rapat tersebut, Wamen P2MI juga menegaskan bahwa Program SMK Go Global harus memastikan keterhubungan lima komponen utama, yaitu Right Talent, Right Training, Right Partner, Right Market, dan Right Protection.
Right Talent memastikan peserta memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan penempatan. Right Trainingmemastikan peserta memperoleh pelatihan yang tepat dari sisi lembaga, jenis pelatihan, maupun fasilitas.
Right Partner memastikan adanya mitra penempatan yang jelas dan terhubung dengan proses penempatan serta Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI).
Sementara Right Market memastikan kompetensi yang diberikan sesuai kebutuhan pasar kerja dan negara tujuan.


