Perkuat Pekerja Migran Perawat Profesional
Secara khusus, kerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) diarahkan untuk memperkuat penyiapan Pekerja Migran perawat profesional agar mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar kerja kesehatan global.
Ruang lingkupnya mencakup sosialisasi dan edukasi mengenai peluang kerja luar negeri serta migrasi aman bagi calon tenaga keperawatan.
Selain itu, dilakukan penyelarasan kurikulum dan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja global, peningkatan kemampuan bahasa asing dan pemahaman budaya kerja internasional, serta fasilitasi sertifikasi kompetensi sesuai standar internasional.
Menteri Mukhtarudin menekankan bahwa pembangunan ekosistem Pekerja Migran harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, terutama institusi pendidikan sebagai salah satu sumber utama penyiapan sumber daya manusia.
“Dengan model ini, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga dapat menjadi simpul informasi, peningkatan kompetensi, pemetaan kebutuhan tenaga kerja, hingga penguatan migrasi aman,”terangnya.
Penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Ir. Arief Kusuma Among, Rektor MNC University Dr. Dendi Pratama, Ketua Umum AIPNI Prof. Agus Setiawan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Cenderawasih Dr. Septinus, Direktur Bisnis dan Jejaring Industri MNC University Liena Prajogi, serta Direktur Kemitraan dan KUI Fenny Yutika Seli beserta jajaran.
Melalui kolaborasi tersebut, KP2MI menargetkan terbangunnya mata rantai penyiapan Pekerja Migran yang lebih kuat, mulai dari bangku pendidikan, peningkatan keterampilan dan sertifikasi, akses informasi pasar kerja, proses penempatan hingga pelindungan dan pemberdayaan.
Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Ir. Arief Kusuma Among mengatakan kerja sama dengan KP2MI menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing di tingkat internasional.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja global,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor MNC University Dr. Dendi Pratama menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah penting untuk mempertemukan potensi sumber daya manusia dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, kompetensi, dan kesiapan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja global,” katanya.
Dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), Ketua Umum Prof. Agus Setiawan menegaskan kesiapan institusi pendidikan ners untuk mendukung penguatan kualitas tenaga keperawatan Indonesia yang ingin berkarier di luar negeri.
“Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan perawat Indonesia agar memiliki kompetensi, kemampuan bahasa, serta pemahaman terhadap standar dan budaya kerja internasional,” ujar Agus.
Sebagai langkah lanjutan, KP2MI bersama perguruan tinggi dan AIPNI akan mendorong implementasi kerja sama tersebut agar tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi diwujudkan melalui program pendidikan, pelatihan, pemetaan kebutuhan pasar kerja, sertifikasi, serta penguatan layanan migrasi aman.
Kolaborasi ini diharapkan membentuk ekosistem penyiapan Pekerja Migran yang terintegrasi sehingga pekerja migran Indonesia memiliki kompetensi dan daya saing global sekaligus memperoleh pelindungan sejak dari tahap persiapan hingga kembali ke Tanah Air.(tim)


