Setahun Pimpin P2MI, Mukhtarudin Fokus Perkuat Pelindungan dan Daya Saing Pekerja Migran

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian P2MI secara bertahap menggeser dominasi Pekerja Migran sektor domestik berkeahlian rendah (low-skilled) menuju tenaga kerja berketerampilan menengah hingga tinggi (mid-to-high skilled).

Langkah strategis ini ditempuh lewat penguatan pelatihan vokasi, penguasaan bahasa asing, sertifikasi internasional, serta penguatan etos kerja.

“Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar Pekerja Migran tidak lagi didominasi tenaga kerja berkeahlian rendah. Peningkatan kompetensi, pelatihan vokasi, sertifikasi, penguasaan bahasa, serta penguatan etos kerja menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan posisi tawar Pekerja Migran di pasar kerja internasional,” kata Menteri Mukhtarudin.

Arah tersebut sejalan dengan visi pemerintah untuk mentransformasi penempatan Pekerja Migran dari dominasi tenaga kerja berkeahlian rendah menuju pekerja dengan keterampilan menengah hingga tinggi.

Baca Juga :  Hardiknas 2025, Mukhtarudin Dorong Literasi Digital Kunci Pemerataan Kualitas Pendidikan

Program SMK Go Global dan Asta Mandala SMK Go Global menjadi bagian dari strategi tersebut dengan memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan kebutuhan pasar kerja global.

Langkah ini diarahkan untuk memastikan keberangkatan Pekerja Migran bukan semata menjadi pilihan karena keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Electronic money exchangers listing

Transformasi pelindungan Pekerja Migran juga membutuhkan kerja bersama lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Karena itu, Kementerian P2MI terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia pendidikan, lembaga pelatihan, dunia usaha, hingga perwakilan RI di negara penempatan.

Baca Juga :  ASEAN Sepakat Teken Ekstradisi, Menkum Pastikan Indonesia Bergerak Cepat

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat penyediaan informasi migrasi yang aman, memperluas akses pelatihan dan sertifikasi, memperbaiki tata kelola penempatan, serta mempercepat penanganan persoalan yang dihadapi Pekerja Migran di luar negeri.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian P2MI secara bertahap menggeser dominasi Pekerja Migran sektor domestik berkeahlian rendah (low-skilled) menuju tenaga kerja berketerampilan menengah hingga tinggi (mid-to-high skilled).

Langkah strategis ini ditempuh lewat penguatan pelatihan vokasi, penguasaan bahasa asing, sertifikasi internasional, serta penguatan etos kerja.

“Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar Pekerja Migran tidak lagi didominasi tenaga kerja berkeahlian rendah. Peningkatan kompetensi, pelatihan vokasi, sertifikasi, penguasaan bahasa, serta penguatan etos kerja menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan posisi tawar Pekerja Migran di pasar kerja internasional,” kata Menteri Mukhtarudin.

Electronic money exchangers listing

Arah tersebut sejalan dengan visi pemerintah untuk mentransformasi penempatan Pekerja Migran dari dominasi tenaga kerja berkeahlian rendah menuju pekerja dengan keterampilan menengah hingga tinggi.

Baca Juga :  Hardiknas 2025, Mukhtarudin Dorong Literasi Digital Kunci Pemerataan Kualitas Pendidikan

Program SMK Go Global dan Asta Mandala SMK Go Global menjadi bagian dari strategi tersebut dengan memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan kebutuhan pasar kerja global.

Langkah ini diarahkan untuk memastikan keberangkatan Pekerja Migran bukan semata menjadi pilihan karena keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Transformasi pelindungan Pekerja Migran juga membutuhkan kerja bersama lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Karena itu, Kementerian P2MI terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia pendidikan, lembaga pelatihan, dunia usaha, hingga perwakilan RI di negara penempatan.

Baca Juga :  ASEAN Sepakat Teken Ekstradisi, Menkum Pastikan Indonesia Bergerak Cepat

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat penyediaan informasi migrasi yang aman, memperluas akses pelatihan dan sertifikasi, memperbaiki tata kelola penempatan, serta mempercepat penanganan persoalan yang dihadapi Pekerja Migran di luar negeri.

Terpopuler

Artikel Terbaru