Ukraina Klaim Berhasil Tekan Rusia, Sebulan 40 Ribu Tentara Jadi Korban

Senada dengan itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut Moskow tetap terbuka terhadap berbagai upaya perdamaian.

Meski demikian, Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku telah menolak beberapa usulan gencatan senjata yang diajukan Ukraina.

Menurut Putin, operasi militer Rusia masih mampu memberikan tekanan terhadap Kyiv sehingga tujuan strategis negaranya belum berubah.

Selain menghadapi tantangan di medan perang, Rusia juga disebut mengalami tekanan ekonomi yang cukup besar.

Komisaris Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasyuk, menyatakan pendapatan minyak Rusia selama Januari hingga Mei 2026 turun sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut dikaitkan dengan serangan Ukraina terhadap terminal minyak serta infrastruktur energi Rusia yang mengganggu aktivitas ekspor.

Baca Juga :  WHO Nyatakan Korban Jiwa Serangan Israel ke Gaza Capai 30 Ribu Lebih

Sejumlah wilayah Rusia juga dilaporkan mengalami keterbatasan pasokan bahan bakar sepanjang Juni.

Electronic money exchangers listing

Pemerintah Rusia membantah adanya krisis energi, namun mengakui sistem distribusi sedang mengalami penyesuaian.

Sebagai langkah antisipasi, Moskow memperpanjang larangan ekspor solar dan meningkatkan impor sejumlah produk minyak olahan dari negara lain, termasuk India.

Senada dengan itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut Moskow tetap terbuka terhadap berbagai upaya perdamaian.

Meski demikian, Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku telah menolak beberapa usulan gencatan senjata yang diajukan Ukraina.

Menurut Putin, operasi militer Rusia masih mampu memberikan tekanan terhadap Kyiv sehingga tujuan strategis negaranya belum berubah.

Electronic money exchangers listing

Selain menghadapi tantangan di medan perang, Rusia juga disebut mengalami tekanan ekonomi yang cukup besar.

Komisaris Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasyuk, menyatakan pendapatan minyak Rusia selama Januari hingga Mei 2026 turun sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut dikaitkan dengan serangan Ukraina terhadap terminal minyak serta infrastruktur energi Rusia yang mengganggu aktivitas ekspor.

Baca Juga :  WHO Nyatakan Korban Jiwa Serangan Israel ke Gaza Capai 30 Ribu Lebih

Sejumlah wilayah Rusia juga dilaporkan mengalami keterbatasan pasokan bahan bakar sepanjang Juni.

Pemerintah Rusia membantah adanya krisis energi, namun mengakui sistem distribusi sedang mengalami penyesuaian.

Sebagai langkah antisipasi, Moskow memperpanjang larangan ekspor solar dan meningkatkan impor sejumlah produk minyak olahan dari negara lain, termasuk India.

Terpopuler

Artikel Terbaru