Apabila infiltrasi yang belum menghasilkan penguasaan permanen dikeluarkan dari perhitungan serta keberhasilan serangan balasan Ukraina diperhitungkan, keuntungan bersih Rusia hanya sekitar 97 kilometer persegi sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa biaya militer yang harus dikeluarkan Rusia semakin besar dibandingkan wilayah yang berhasil dikuasai.
Ukraina Andalkan Drone dan Rudal Jarak Jauh
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya mampu memperlambat laju serangan Rusia berkat peningkatan produksi drone serta pengembangan rudal jarak jauh buatan dalam negeri.
Menurut Zelenskyy, strategi Ukraina kini lebih banyak berfokus pada penghancuran jalur logistik Rusia.
Target serangan meliputi:
- Gudang amunisi.
- Depot bahan bakar.
- Konvoi logistik.
- Jembatan penghubung.
- Infrastruktur distribusi militer.
Strategi tersebut bertujuan menghambat kemampuan Rusia memasok kebutuhan pasukan di garis depan sehingga operasi ofensif menjadi lebih sulit dilakukan.
Pada 25 Juni 2026, Zelenskyy mengumumkan dimulainya kampanye serangan jarak menengah dan jauh selama 40 hari.
Operasi tersebut menyasar berbagai target strategis yang berada di wilayah Rusia maupun daerah pendudukan.
ISW mencatat jumlah serangan terhadap fasilitas logistik Rusia meningkat cukup tajam.
Sepanjang Mei 2026 tercatat sekitar 210 serangan, sedangkan selama Juni jumlahnya meningkat menjadi 303 serangan.
Peningkatan tersebut menunjukkan perubahan strategi Ukraina yang kini lebih agresif dalam menyerang infrastruktur pendukung operasi militer Rusia.
Apabila infiltrasi yang belum menghasilkan penguasaan permanen dikeluarkan dari perhitungan serta keberhasilan serangan balasan Ukraina diperhitungkan, keuntungan bersih Rusia hanya sekitar 97 kilometer persegi sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa biaya militer yang harus dikeluarkan Rusia semakin besar dibandingkan wilayah yang berhasil dikuasai.
Ukraina Andalkan Drone dan Rudal Jarak Jauh
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya mampu memperlambat laju serangan Rusia berkat peningkatan produksi drone serta pengembangan rudal jarak jauh buatan dalam negeri.
Menurut Zelenskyy, strategi Ukraina kini lebih banyak berfokus pada penghancuran jalur logistik Rusia.
Target serangan meliputi:
- Gudang amunisi.
- Depot bahan bakar.
- Konvoi logistik.
- Jembatan penghubung.
- Infrastruktur distribusi militer.
Strategi tersebut bertujuan menghambat kemampuan Rusia memasok kebutuhan pasukan di garis depan sehingga operasi ofensif menjadi lebih sulit dilakukan.
Pada 25 Juni 2026, Zelenskyy mengumumkan dimulainya kampanye serangan jarak menengah dan jauh selama 40 hari.
Operasi tersebut menyasar berbagai target strategis yang berada di wilayah Rusia maupun daerah pendudukan.
ISW mencatat jumlah serangan terhadap fasilitas logistik Rusia meningkat cukup tajam.
Sepanjang Mei 2026 tercatat sekitar 210 serangan, sedangkan selama Juni jumlahnya meningkat menjadi 303 serangan.
Peningkatan tersebut menunjukkan perubahan strategi Ukraina yang kini lebih agresif dalam menyerang infrastruktur pendukung operasi militer Rusia.