29.1 C
Jakarta
Thursday, May 30, 2024
spot_img

Kalteng Putra Jangan Numpang Lewat di Liga 1

Prestasi Kalteng Putra
hingga berada di kasta tertinggi Indonesia, Liga 1, menambah kebanggan para
suporter Laskar Isen Mulang. Namun, kekalahan 4 beruntun dan tanpa memasukkan
gol satupun, patut menjadi evalulasi dan lampu kuning bagi pelatih hingga
manajemen.

 

ALBERT M SHOLEH,
Palangka Raya

=====================–====

BERBICARA harapan
tentang Kalteng Putra ke depan, tentu semuanya sama. Ingin Kalteng Putra tidak
hanya numpang lewat di Liga 1 Shopee 2019 ini. Untuk itu, Event Organizer
Kalteng Pos mencoba mempertemukan seluruh barisan suporter dengan perwakilan
manajemen.

Bahkan, sejumlah mantan
pengurus Kalteng Putra, pakar, suporter, dan komunitas penggila bola. Mantan
Manajer Kalteng Putra saat masih bernama Persepar pada 2014 lalu, Budiyantoro
pun datang. Baginya, Kalteng Putra bisa mempertahankan tetap berada di Liga 1
musim depan, menjadi capaian yang luar biasa.

“Saat ini, mau tidak
mau Kalteng Putra harus profesional. Misalnya, dengan membina tim junior dan
suporter. Untuk itu, ke depan kami akan mengadakan Pusat Pendidikan dan Latihan
Pelajar (PPLP khusus sepak bola,” ungkap Budiyantoro.

Budiyantoro yang juga
perwakilan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kalteng itu,
meyakini ke depan pembinaan dan regenerasi Kalteng Putra sudah semakin baik dan
professional, karena PPLP ada anggaran dari uang negara.

Salah seorang pelatih tim
sepakbola
,
Marali, pun tak ketinggalan. Ia dat
ang dan memberikan
pemikirannya yang sangat luar biasa. Menurutnya, banyak potensi pemain muda di
Kalteng yang bisa digodok menjadi pemain sepak bola professional hingga senior.

Baca Juga :  Mencegah Kebakaran, Bernilai Ekonomis dengan Penyulingan

“Sayangnya, Kalteng
Putra U16 masih dihuni pemain luar semua. Pemain muda harus memanfaatkan pemain
lokal. Kalteng Putra harus punya diklat berjenjang,” ungkapnya.

Sebagai mantan pelatih
kiper Kalteng Putra, Sugianto Nonot pun bisa membayangkan rasanya bermain
kandang terasa tandang, seperti yang dijalani Kalteng Putra saat ini.

Kalteng Putra dengan
home base di Stadion Tuah Pahoe, memilih Stadion Maguwoharjo sebagai home base
sementara untuk menggelar laga Liga 1, karena Stadion Tuah Pahoe belum memenuhi
standar, dan masih menjalani tahap verifikasi.

“Main kandang tapi di
luar itu luar biasa. Draw saja sudah cukup sebenarnya. Putaran kedua harus di
sini (Stadion Tuah Pahoe, Red) karena Kalteng Putra perlu supporter,” ungkapnya
mengawali perbincangan.

Selain itu, ia juga
menuturkan, saat ini pihaknya sedang mennggodok pemain Kalteng Putri, sebagai
potensi mendampingi Kalteng Putra meraih prestasi.

“Kalteng Putra harus
tetap ujung tombak sepak bola di Bumi Tambun Bungai. Kita sedang persiapkan
Kalteng Putri. U17 Kalteng Putri peluang besar menang. Bermain 5 Agustus di
Bandung,” bebernya.

Perwakilan PSSI
Palangka Raya, Hadid, juga urun rembug. Menurutnya, faktor teknis seperti
lapangan, kerap menjadi pengaruh meraih prestasi sepak bola.

Baca Juga :  Orientasi Berkesenian Jangan untuk Materi atau Uang, tapi Sebagai Sebu

“14 kabupaten / kota,
cuma Palangka Raya belum punya stadion. Sepak bola itu teknologi. Jadi tiap
tahun harus ada teknik baru dan kita harus mampu mengikuktinya,” katanya sembari
mengungkapkan, ke depan pengelolaan stadion Tuah Pahoe, harus melibatkan
supporter, seperti merchandise dengan berdayakan Kalteng Mania dan Pasus1970.

Dari barisan suporter,
Bahri mewakili Pasus 1970 mengatakan pihaknya tidak ingin Kalteng Putra yang sudah
di Liga 1, langsung terdegradasi dan turun bermain lagi di kasta kedua.

“Kita tidak ingin
Kalteng Putra numpang lewat di Liga 1. Kekalahan beruntun, manajemen dan
pelatih harus berbenah, karena awal kompetisi Kalteng Putra sempat mencuat.
Mungkin dari sisi karakter dan analisa permainan Kalteng Putra sudah terbaca
lawan atau lainnya,” tuturnya.

Selain dari Laskar Isen
Mulang, perwakilan supporter klub Liga 1 seperti The Jak (Persija), Laskar Ayam
Jantan (PSM Makassar), hingga Kabagops Polres Palangka Raya AKP Hemat Siburian
menyempatkan diri dating ke Kopi Literasi, tadi malam.

Ke depan, Sarasehan
Suara Kalteng Putra #1 akan berlanjut ke #2 dengan mencoba menghadirkan kembali
perwakilan Manajemen Kalteng Putra, sehingga seluruh supporter mendapatkan
informasi dan menyumbangkan pemikirannya untuk kebaikan tim kebanggan seluruh
masyarakat di Bumi Tambun Bungai, Kalteng Putra. (*)

Prestasi Kalteng Putra
hingga berada di kasta tertinggi Indonesia, Liga 1, menambah kebanggan para
suporter Laskar Isen Mulang. Namun, kekalahan 4 beruntun dan tanpa memasukkan
gol satupun, patut menjadi evalulasi dan lampu kuning bagi pelatih hingga
manajemen.

 

ALBERT M SHOLEH,
Palangka Raya

=====================–====

BERBICARA harapan
tentang Kalteng Putra ke depan, tentu semuanya sama. Ingin Kalteng Putra tidak
hanya numpang lewat di Liga 1 Shopee 2019 ini. Untuk itu, Event Organizer
Kalteng Pos mencoba mempertemukan seluruh barisan suporter dengan perwakilan
manajemen.

Bahkan, sejumlah mantan
pengurus Kalteng Putra, pakar, suporter, dan komunitas penggila bola. Mantan
Manajer Kalteng Putra saat masih bernama Persepar pada 2014 lalu, Budiyantoro
pun datang. Baginya, Kalteng Putra bisa mempertahankan tetap berada di Liga 1
musim depan, menjadi capaian yang luar biasa.

“Saat ini, mau tidak
mau Kalteng Putra harus profesional. Misalnya, dengan membina tim junior dan
suporter. Untuk itu, ke depan kami akan mengadakan Pusat Pendidikan dan Latihan
Pelajar (PPLP khusus sepak bola,” ungkap Budiyantoro.

Budiyantoro yang juga
perwakilan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kalteng itu,
meyakini ke depan pembinaan dan regenerasi Kalteng Putra sudah semakin baik dan
professional, karena PPLP ada anggaran dari uang negara.

Salah seorang pelatih tim
sepakbola
,
Marali, pun tak ketinggalan. Ia dat
ang dan memberikan
pemikirannya yang sangat luar biasa. Menurutnya, banyak potensi pemain muda di
Kalteng yang bisa digodok menjadi pemain sepak bola professional hingga senior.

Baca Juga :  Mencegah Kebakaran, Bernilai Ekonomis dengan Penyulingan

“Sayangnya, Kalteng
Putra U16 masih dihuni pemain luar semua. Pemain muda harus memanfaatkan pemain
lokal. Kalteng Putra harus punya diklat berjenjang,” ungkapnya.

Sebagai mantan pelatih
kiper Kalteng Putra, Sugianto Nonot pun bisa membayangkan rasanya bermain
kandang terasa tandang, seperti yang dijalani Kalteng Putra saat ini.

Kalteng Putra dengan
home base di Stadion Tuah Pahoe, memilih Stadion Maguwoharjo sebagai home base
sementara untuk menggelar laga Liga 1, karena Stadion Tuah Pahoe belum memenuhi
standar, dan masih menjalani tahap verifikasi.

“Main kandang tapi di
luar itu luar biasa. Draw saja sudah cukup sebenarnya. Putaran kedua harus di
sini (Stadion Tuah Pahoe, Red) karena Kalteng Putra perlu supporter,” ungkapnya
mengawali perbincangan.

Selain itu, ia juga
menuturkan, saat ini pihaknya sedang mennggodok pemain Kalteng Putri, sebagai
potensi mendampingi Kalteng Putra meraih prestasi.

“Kalteng Putra harus
tetap ujung tombak sepak bola di Bumi Tambun Bungai. Kita sedang persiapkan
Kalteng Putri. U17 Kalteng Putri peluang besar menang. Bermain 5 Agustus di
Bandung,” bebernya.

Perwakilan PSSI
Palangka Raya, Hadid, juga urun rembug. Menurutnya, faktor teknis seperti
lapangan, kerap menjadi pengaruh meraih prestasi sepak bola.

Baca Juga :  Orientasi Berkesenian Jangan untuk Materi atau Uang, tapi Sebagai Sebu

“14 kabupaten / kota,
cuma Palangka Raya belum punya stadion. Sepak bola itu teknologi. Jadi tiap
tahun harus ada teknik baru dan kita harus mampu mengikuktinya,” katanya sembari
mengungkapkan, ke depan pengelolaan stadion Tuah Pahoe, harus melibatkan
supporter, seperti merchandise dengan berdayakan Kalteng Mania dan Pasus1970.

Dari barisan suporter,
Bahri mewakili Pasus 1970 mengatakan pihaknya tidak ingin Kalteng Putra yang sudah
di Liga 1, langsung terdegradasi dan turun bermain lagi di kasta kedua.

“Kita tidak ingin
Kalteng Putra numpang lewat di Liga 1. Kekalahan beruntun, manajemen dan
pelatih harus berbenah, karena awal kompetisi Kalteng Putra sempat mencuat.
Mungkin dari sisi karakter dan analisa permainan Kalteng Putra sudah terbaca
lawan atau lainnya,” tuturnya.

Selain dari Laskar Isen
Mulang, perwakilan supporter klub Liga 1 seperti The Jak (Persija), Laskar Ayam
Jantan (PSM Makassar), hingga Kabagops Polres Palangka Raya AKP Hemat Siburian
menyempatkan diri dating ke Kopi Literasi, tadi malam.

Ke depan, Sarasehan
Suara Kalteng Putra #1 akan berlanjut ke #2 dengan mencoba menghadirkan kembali
perwakilan Manajemen Kalteng Putra, sehingga seluruh supporter mendapatkan
informasi dan menyumbangkan pemikirannya untuk kebaikan tim kebanggan seluruh
masyarakat di Bumi Tambun Bungai, Kalteng Putra. (*)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru