JAYAPURA – Kerajinan khas Papua yang dirintis dari toko daring sederhana di Jayapura kini menembus pasar internasional. PT MJEthnic Craft Indonesia, yang didirikan Sukma Ayu Mayangsari, telah memasarkan beragam produk UMKM hingga Australia, Belanda, Uzbekistan, Italia, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Perkembangan tersebut tidak lepas dari upaya Sukma memperkuat kapasitas usahanya, salah satunya melalui Pelatihan Ekspor BRI Peduli. Program tersebut memberinya tambahan pengetahuan mengenai ekspor sekaligus membuka jejaring dengan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.
Usaha itu bermula pada 2022 ketika Sukma membuka toko daring di Jayapura. Ia melihat banyak kerajinan lokal Papua memiliki potensi untuk dikenal lebih luas, tetapi belum semuanya mampu menjangkau pasar di luar daerah.
Dari usaha kecil tersebut, bisnis Sukma berkembang menjadi PT MJEthnic Craft Indonesia. Perusahaan kini menjadi distributor berbagai produk UMKM Nusantara, tidak hanya kerajinan khas Papua, tetapi juga produk fesyen, aksesori hingga kuliner dari sejumlah daerah di Indonesia.
Bagi Sukma, produk yang dipasarkan bukan sekadar barang dagangan. Setiap karya membawa cerita mengenai budaya dan kehidupan para pengrajin yang berada di balik proses pembuatannya.
Karena itu, pengembangan usaha juga diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Sukma memberi perhatian khusus kepada pengrajin lokal, termasuk perempuan, serta menyisihkan 2,5 persen dari setiap hasil penjualan untuk membantu masyarakat kurang mampu di Papua.
“Pelatihan Ekspor BRI Peduli menambah ilmu dan wawasan saya tentang dunia ekspor. Selain itu, saya juga mendapat kesempatan menambah jejaring dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Sukma.
Menurutnya, pengetahuan mengenai ekspor menjadi bekal penting untuk membawa produk lokal bersaing di pasar global. Pelatihan tersebut juga membuka perspektif baru mengenai peluang pengembangan bisnis di luar negeri.
Perlahan, produk yang berawal dari tanah Papua tersebut mulai menjangkau konsumen internasional. Saat ini, PT MJEthnic Craft Indonesia telah memiliki pasar di tujuh negara, termasuk Australia dan Amerika Serikat.
Sukma menilai dukungan BRI turut memberikan dorongan bagi pelaku UMKM untuk berani mengembangkan usaha dan memperluas pasar.
“Saya sangat mengapresiasi komitmen dan konsistensi BRI dalam mendampingi pelaku usaha lokal untuk naik kelas hingga menembus pasar internasional. BRI bukan hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi mitra sociopreneur di Indonesia. Terima kasih BRI sudah memberikan dukungan nyata dan berdampak bagi UMKM lokal. Sesuai motto kami, Small Business, Big Impact,” tutup Sukma.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus menghadirkan program pemberdayaan untuk membantu UMKM meningkatkan kapasitas dan daya saing.
Salah satunya melalui Program Pelatihan Ekspor yang memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai berbagai tahapan untuk memasuki pasar internasional.
Materi yang diberikan mencakup strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, hingga pengemasan dan branding produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar internasional.
“Kisah Sukma Ayu Mayangsari dengan usaha PT MJEthnic Craft Indonesia menjadi salah satu contoh bahwa ketika semangat pelaku UMKM bertemu dengan akses pembelajaran yang tepat, peluang untuk tumbuh dan menjangkau pasar internasional semakin terbuka,” tegas Dhanny.
Perjalanan PT MJEthnic Craft Indonesia menunjukkan bahwa produk budaya dari daerah tidak harus berhenti di pasar lokal. Dengan penguatan kapasitas, akses pasar dan pendampingan yang tepat, kerajinan dari Papua pun dapat membawa cerita Indonesia hingga ke berbagai belahan dunia.
Expert: Kisah PT MJEthnic Craft Indonesia memperlihatkan pentingnya peningkatan kapasitas UMKM, khususnya pemahaman ekspor, agar produk berbasis budaya lokal mampu memenuhi kebutuhan dan bersaing di pasar internasional. ***


