Kualitas Udara Kalteng Memburuk, Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan di Tengah 1.300 Hotspot

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai memburuk akibat kabut asap yang dipicu meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

BMKG Palangka Raya menyebut potensi hujan di Kalteng masih nihil, sementara jumlah hotspot meningkat hingga sekitar 1.300 titik dan kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

“Potensi hujan di wilayah Kalteng masih nihil, jadi potensi kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi,” kata Prakirawan BMKG Palangka Raya, Renianata, Rabu (19/8/2026).

Kondisi cuaca yang kering membuat risiko karhutla di Kalteng tetap tinggi, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan vegetasi mudah terbakar selama musim kemarau.

Baca Juga :  Kawal Putusan Sengketa Pilkada, Polres Lamandau Antisipasi Pengamanan

“Dengan kondisi saat ini, potensi karhutla masih perlu menjadi perhatian karena belum ada indikasi hujan yang dapat membantu mengurangi risiko kebakaran,” ujarnya.

Selain belum adanya hujan, BMKG juga mencatat peningkatan signifikan jumlah hotspot atau titik panas yang terdeteksi di Kalimantan Tengah dalam satu hari terakhir.

Electronic money exchangers listing

“Terjadi peningkatan sekitar 1.300 titik panas dibandingkan hari sebelumnya,” ungkap Renianata.

Lonjakan hotspot tersebut menjadi indikator bahwa ancaman karhutla Kalteng masih perlu diwaspadai oleh seluruh pihak agar kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Peningkatan hotspot ini menunjukkan bahwa potensi kebakaran masih cukup tinggi dan perlu pengawasan lebih lanjut,” katanya.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai memburuk akibat kabut asap yang dipicu meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

BMKG Palangka Raya menyebut potensi hujan di Kalteng masih nihil, sementara jumlah hotspot meningkat hingga sekitar 1.300 titik dan kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Electronic money exchangers listing

“Potensi hujan di wilayah Kalteng masih nihil, jadi potensi kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi,” kata Prakirawan BMKG Palangka Raya, Renianata, Rabu (19/8/2026).

Kondisi cuaca yang kering membuat risiko karhutla di Kalteng tetap tinggi, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan vegetasi mudah terbakar selama musim kemarau.

Baca Juga :  Kawal Putusan Sengketa Pilkada, Polres Lamandau Antisipasi Pengamanan

“Dengan kondisi saat ini, potensi karhutla masih perlu menjadi perhatian karena belum ada indikasi hujan yang dapat membantu mengurangi risiko kebakaran,” ujarnya.

Selain belum adanya hujan, BMKG juga mencatat peningkatan signifikan jumlah hotspot atau titik panas yang terdeteksi di Kalimantan Tengah dalam satu hari terakhir.

“Terjadi peningkatan sekitar 1.300 titik panas dibandingkan hari sebelumnya,” ungkap Renianata.

Lonjakan hotspot tersebut menjadi indikator bahwa ancaman karhutla Kalteng masih perlu diwaspadai oleh seluruh pihak agar kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Peningkatan hotspot ini menunjukkan bahwa potensi kebakaran masih cukup tinggi dan perlu pengawasan lebih lanjut,” katanya.

Terpopuler

Artikel Terbaru