PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran memastikan kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayahnya masih terkendali.Ia menegaskan, kualitas udara dan jarak pandang saat ini masih berstatus normal.
Aktivitas masyarakat sehari-hari maupun jadwal penerbangan dipastikan tidak mengalami gangguan.
Hal ini disampaikannya saat menanggapi pertanyaan awak media usai rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Di Komplek Kantor Gubernur Kalteng, Senin (17/8/2025)
Agustiar mengakui, jumlah titik panas (hotspot) di Kalteng sempat berfluktuasi tajam.
Namun, secara total luasan lahan yang terbakar, Kalteng masih berada jauh di bawah sejumlah provinsi rawan lainnya.
“Kita di urutan ke-9 nasional sekarang. Kemarin memang sempat hotspot-nya paling tinggi se-Indonesia, tapi untuk luasan lahannya kita nomor 9,” ungkap Gubernur.
Ia sangat mensyukuri dampak Karhutla tahun ini tidak sampai melumpuhkan jalur transportasi udara.
Kondisi ini, menurutnya, jauh lebih baik jika dibandingkan dengan krisis kabut asap parah yang melanda pada 2015 silam.
“Sampai sekarang jarak pandangnya normal-normal saja. Kalau kita ingat tahun 2015, jarak pandang itu cuma 4 meter, bahkan sampai 2 meter. Dulu pesawat belum bisa terbang pada tanggal-tanggal seperti sekarang. Tapi saat ini normal saja, doakan terus begini,” tambahnya.
Meski situasi relatif aman, Pemprov Kalteng terus menyiagakan langkah antisipasi dan kewaspadaan tinggi.
Fokus utama pengawasan dan pencegahan saat ini berada di beberapa titik rawan. Titik-titik rawan tersebut meliputi Kota Palangka Raya, Pulang Pisau, Sampit, dan Pangkalan Bun.
Meski ada wilayah prioritas, Gubernur menegaskan kewaspadaan dan patroli tetap diberlakukan merata untuk seluruh wilayah Kalteng.
Gubernur menilai, keberhasilan menekan dampak Karhutla sejauh ini murni karena adanya sinergi yang kuat dari berbagai elemen.
“Ini berkat kolaborasi dan bersatunya TNI, Polri, serta semua elemen masyarakat yang ada di Kalteng,” tutupnya. (her)


