Teknologi AI Mulai Ubah Cara Investor Membaca Peluang di Pasar Modal

PROKALTENG.CO-Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Seiring meningkatnya kebutuhan akan analisis yang lebih cepat dan komprehensif, pelaku industri mendorong pemanfaatan teknologi dan riset sebagai alat bantu bagi investor untuk memahami peluang maupun risiko investasi.

Direktur Tuntun Sekuritas Indonesia, Ricki Juliandi, mengatakan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara investor mengakses informasi, membaca peluang, dan mengambil keputusan investasi.

“Investor membutuhkan akses terhadap informasi yang lebih cepat, insight yang lebih relevan, serta dukungan teknologi yang dapat membantu mereka memahami pasar dengan lebih baik,” ujar Ricki dalam forum bertajuk “Modern Trading & Investing di Era Al” di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/8).

Ricky menyoroti pengembangan berbagai fitur berbasis teknologi yang dihadirkan di aplikasi Tuntun, termasuk Tuntun Al, Al Broker Summary, Tuntun Research, Market Radar, Concept Sector, Investing & Trading Selection, serta fitur analisis lainnya yang dirancang untuk membantu investor memahami informasi pasar secara lebih efisien dan terarah.

Baca Juga :  BRI Jadi Bank Terbesar Versi Fortune Indonesia 100 dan Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2024

Salah satu inovasi utama yang menjadi perhatian dalam acara ini adalah Tuntun Al, fitur yang telah dirilis pada April 2026 dan diperkenalkan sebagai generative Al stocks pertama di Indonesia. Sejak dirilis, Tuntun Al telah digunakan untuk lebih dari 50.000 pertanyaan dari pengguna dan menghasilkan lebih dari 1,2 juta analisis.

Berdasarkan data internal perusahaan, fitur ini membantu pengguna memahami data pasar hingga 70 persen lebih cepat. Menurut Ricki, kehadiran Tuntun Al tidak dimaksudkan untuk menggantikan keputusan investor, melainkan sebagai alat bantu yang memperkaya proses analisis dan mempercepat pemahaman terhadap data pasar.

“Al bukan pengganti judgment investor. Teknologi hadir untuk membantu investor membaca informasi dengan lebih efisien, memahami konteks pasar dengan lebih luas, dan mengambil keputusan secara lebih terarah. Pada akhirnya, keputusan investasi tetap harus didasarkan pada pemahaman, profil risiko, dan tujuan masing-masing investor,” tambah Ricki.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Peningkatan Kualitas Pers, BRI Umumkan 45 Jurnalis Penerima Beasiswa S2 Fellowship Journalism 2025

Selain pemaparan mengenai teknologi, pihaknya juga membahas peran riset dalam membantu investor membangun pemahaman yang lebih terukur terhadap emiten dan kondisi pasar. Saat ini, Tuntun Research telah mencakup lebih dari 600 emiten, dengan dukungan high-frequency short-term report analysis yang mendalam dan diperbarui secara berkala untuk memberikan insight yang lebih relevan terhadap dinamika pasar.

Ricki menambahkan, penguatan teknologi dan riset menjadi semakin penting seiring dengan prospek pasar dan ekonomi Indonesia yang terus berkembang. Tuntun Sekuritas Indonesia memandang bahwa Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang kuat, didukung oleh fundamental ekonomi, perkembangan sektor produktif, serta meningkatnya partisipasi investor di pasar modal.

“Kami optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan. Dengan dukungan teknologi, riset yang semakin komprehensif, serta literasi investasi yang terus meningkat, kami percaya investor dapat memiliki fondasi yang lebih baik dalam memahami peluang dan risiko di pasar modal,” ujar Ricki. (jpc)

PROKALTENG.CO-Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Seiring meningkatnya kebutuhan akan analisis yang lebih cepat dan komprehensif, pelaku industri mendorong pemanfaatan teknologi dan riset sebagai alat bantu bagi investor untuk memahami peluang maupun risiko investasi.

Direktur Tuntun Sekuritas Indonesia, Ricki Juliandi, mengatakan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara investor mengakses informasi, membaca peluang, dan mengambil keputusan investasi.

“Investor membutuhkan akses terhadap informasi yang lebih cepat, insight yang lebih relevan, serta dukungan teknologi yang dapat membantu mereka memahami pasar dengan lebih baik,” ujar Ricki dalam forum bertajuk “Modern Trading & Investing di Era Al” di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/8).

Electronic money exchangers listing

Ricky menyoroti pengembangan berbagai fitur berbasis teknologi yang dihadirkan di aplikasi Tuntun, termasuk Tuntun Al, Al Broker Summary, Tuntun Research, Market Radar, Concept Sector, Investing & Trading Selection, serta fitur analisis lainnya yang dirancang untuk membantu investor memahami informasi pasar secara lebih efisien dan terarah.

Baca Juga :  BRI Jadi Bank Terbesar Versi Fortune Indonesia 100 dan Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2024

Salah satu inovasi utama yang menjadi perhatian dalam acara ini adalah Tuntun Al, fitur yang telah dirilis pada April 2026 dan diperkenalkan sebagai generative Al stocks pertama di Indonesia. Sejak dirilis, Tuntun Al telah digunakan untuk lebih dari 50.000 pertanyaan dari pengguna dan menghasilkan lebih dari 1,2 juta analisis.

Berdasarkan data internal perusahaan, fitur ini membantu pengguna memahami data pasar hingga 70 persen lebih cepat. Menurut Ricki, kehadiran Tuntun Al tidak dimaksudkan untuk menggantikan keputusan investor, melainkan sebagai alat bantu yang memperkaya proses analisis dan mempercepat pemahaman terhadap data pasar.

“Al bukan pengganti judgment investor. Teknologi hadir untuk membantu investor membaca informasi dengan lebih efisien, memahami konteks pasar dengan lebih luas, dan mengambil keputusan secara lebih terarah. Pada akhirnya, keputusan investasi tetap harus didasarkan pada pemahaman, profil risiko, dan tujuan masing-masing investor,” tambah Ricki.

Baca Juga :  Peningkatan Kualitas Pers, BRI Umumkan 45 Jurnalis Penerima Beasiswa S2 Fellowship Journalism 2025

Selain pemaparan mengenai teknologi, pihaknya juga membahas peran riset dalam membantu investor membangun pemahaman yang lebih terukur terhadap emiten dan kondisi pasar. Saat ini, Tuntun Research telah mencakup lebih dari 600 emiten, dengan dukungan high-frequency short-term report analysis yang mendalam dan diperbarui secara berkala untuk memberikan insight yang lebih relevan terhadap dinamika pasar.

Ricki menambahkan, penguatan teknologi dan riset menjadi semakin penting seiring dengan prospek pasar dan ekonomi Indonesia yang terus berkembang. Tuntun Sekuritas Indonesia memandang bahwa Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang kuat, didukung oleh fundamental ekonomi, perkembangan sektor produktif, serta meningkatnya partisipasi investor di pasar modal.

“Kami optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan. Dengan dukungan teknologi, riset yang semakin komprehensif, serta literasi investasi yang terus meningkat, kami percaya investor dapat memiliki fondasi yang lebih baik dalam memahami peluang dan risiko di pasar modal,” ujar Ricki. (jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru