PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO — Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Salundik meminta Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memastikan kesiapsiagaan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan guna mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penyiapan ruang oksigen di 11 puskesmas serta 30 puskesmas pembantu (pustu) dinilai sangat krusial untuk memberikan penanganan medis cepat bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Kami mendorong agar masyarakat yang terdampak kabut asap dapat segera memperoleh penanganan apabila mengalami gangguan kesehatan,” kata Salundik pada Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, perhatian lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia, maupun warga yang memiliki riwayat atau keluhan terkait gangguan pernapasan.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas.
Fasilitas tersebut tersedia di Puskesmas Pahandut, Bukit Hindu, Jekan Raya, Panarung, Marina Permai, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Menteng, Tangkiling, Rakumpit, dan Kayon.
Selain itu, pelayanan kesehatan juga diperkuat dengan keberadaan 30 puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di berbagai kelurahan.
Salundik mengatakan, DPRD juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Data kasus tersebut dilaporkan setiap hari untuk menjadi bahan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di tengah kualitas udara yang terdampak asap.
Ia juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.


