KUALA KURUN, PROKALTENG.CO – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas, Nomi Aprilia, meminta seluruh satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) terkait lebih proaktif meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah menerapkan sistem jemput bola dalam penagihan pajak dan retribusi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Menurut Nomi, potensi PAD di Kabupaten Gunung Mas masih dapat terus dioptimalkan, terutama dari sektor pajak reklame, retribusi usaha, serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Untuk menggali PAD bisa melalui pajak retribusi seperti reklame, toko-toko dan juga tidak kalah pentingnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayah kecamatan hingga pedesaan. Instansi terkait harus dengan cara jemput bola ke bawah supaya PAD tercapai,” kata Nomi, Selasa (4/8).
Dia mengatakan DPRD telah berulang kali mendorong agar upaya peningkatan PAD benar-benar direalisasikan, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Menurutnya, masyarakat juga memiliki kewajiban untuk taat membayar pajak sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah.
“Kewajiban bagi masyarakat untuk taat membayar pajak PBB. Hal ini demi kemajuan Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau,” ujarnya.
Legislator dari Daerah Pemilihan I itu menilai peningkatan PAD akan berdampak langsung terhadap pembangunan daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan hingga penyediaan sarana dan prasarana publik lainnya.
“PAD dapat memberikan perubahan yang nyata, terutama bagi pembangunan di sektor jalan dan sarana-prasarana lainnya. Sebenarnya untuk menggenjot PAD dapat melalui pajak bumi dan lainnya,” katanya.
Nomi menambahkan, optimalisasi PAD juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Karena itu, dia berharap dinas terkait lebih aktif menertibkan baliho maupun reklame yang ada sehingga dapat menjadi sumber pendapatan daerah.
“Kita sangat berharap dinas terkait lebih proaktif dalam menertibkan baliho atau reklame di daerah kita yang ada saat ini, sehingga menjadi pemasukan untuk sumber pendapatan daerah,” tandasnya. (nya)


