PROKALTENG.CO-Semangat berkarya dan kolaborasi mewarnai pameran seni rupa yang digelar Komunitas Patria Seni Rupa (Paser) Indonesia di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya. Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Seni Rupa Jawa Timur 2026 sekaligus menghadirkan ruang apresiasi bagi seniman lintas generasi.
Sebanyak 24 perupa ambil bagian dalam pameran tersebut. Karya-karya tersebut menampilkan mulai dari pengalaman para seniman senior hingga eksplorasi kreatif generasi muda.
Ketua Komunitas Paser Rizat Arifin mengatakan, tema Bergerak dipilih karena seni tidak pernah berhenti berkembang. Menurut dia, seni selalu mengikuti perubahan zaman sekaligus tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan.
“Melalui tema ini kami ingin mengajak para seniman untuk terus bergerak dalam berkarya, berpikir, dan berkolaborasi. Seni bukan hanya hadir di atas kanvas, tetapi juga hidup melalui dialog, inspirasi, dan perjumpaan dengan masyarakat,” ujarnya, Selasa (21/7).
Rizat menjelaskan, pameran ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi wadah mempertemukan para seniman, akademisi, kolektor, kurator, hingga masyarakat umum dalam membangun apresiasi terhadap seni rupa Indonesia.
Salah satu daya tarik pameran ini adalah keikutsertaan perupa disabilitas. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa dunia seni merupakan ruang yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja untuk mengekspresikan gagasan serta pengalaman hidup melalui karya visual.
“Partisipasi perupa disabilitas membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menghalangi kreativitas. Justru karya-karya mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang,” tambahnya.
Melalui pameran ini, para seniman berharap semangat kebersamaan di kalangan perupa semakin kuat. Selain memperluas jejaring komunitas seni, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya kreativitas baru serta memperkaya ekosistem seni rupa di Jawa Timur. (sam/jpg)


