NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU Kabupaten Lamandau pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026).
Warga mengeluhkan harga Pertalite di tingkat pengecer yang disebut mencapai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per liter.
Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan pengendara sepeda motor mulai dari kalangan muda hingga tua tampak sabar menunggu giliran demi mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Salah seorang warga setempat, Mardi, menuturkan bahwa dirinya sengaja memilih mengantre di SPBU daripada harus membeli BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer yang harganya melonjak drastis.
“Lebih baik saya ngalah mengantre di SPBU dengan harga Pertalite standar Rp10.000 per liter, daripada beli di eceran. Kemarin saya lihat harganya masih Rp20.000 hingga Rp30.000, itu sudah keterlaluan. Sama saja memanfaatkan keadaan,” ungkap Mardi saat ditemui wartawan di lokasi antrean.
Mardi menambahkan, situasi sulit ini terasa kian memprihatinkan karena terjadi tepat di hari peringatan Kemerdekaan RI.
“Padahal ini hari kemerdekaan, tetapi kami justru masih harus berjuang seperti ini hanya untuk mendapatkan BBM,” cetusnya dengan nada kecewa.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat berharap adanya langkah nyata dan solusi cepat dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah guna mengatasi permasalahan distribusi BBM agar harga di tingkat eceran dapat kembali terkendali. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU Kabupaten Lamandau pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026).
Warga mengeluhkan harga Pertalite di tingkat pengecer yang disebut mencapai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per liter.
Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan pengendara sepeda motor mulai dari kalangan muda hingga tua tampak sabar menunggu giliran demi mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Salah seorang warga setempat, Mardi, menuturkan bahwa dirinya sengaja memilih mengantre di SPBU daripada harus membeli BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer yang harganya melonjak drastis.
“Lebih baik saya ngalah mengantre di SPBU dengan harga Pertalite standar Rp10.000 per liter, daripada beli di eceran. Kemarin saya lihat harganya masih Rp20.000 hingga Rp30.000, itu sudah keterlaluan. Sama saja memanfaatkan keadaan,” ungkap Mardi saat ditemui wartawan di lokasi antrean.
Mardi menambahkan, situasi sulit ini terasa kian memprihatinkan karena terjadi tepat di hari peringatan Kemerdekaan RI.
“Padahal ini hari kemerdekaan, tetapi kami justru masih harus berjuang seperti ini hanya untuk mendapatkan BBM,” cetusnya dengan nada kecewa.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat berharap adanya langkah nyata dan solusi cepat dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah guna mengatasi permasalahan distribusi BBM agar harga di tingkat eceran dapat kembali terkendali. (bib)