NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Suasana di SPBU Talenta, Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, mendadak mencekam pada Senin (11/8/2026) sore. Antrean panjang kendaraan berujung pada cekcok antar pengantri BBM hingga salah satu pria yang terlibat mengambil sebilah senjata tajam jenis Mandau dari dalam mobilnya.
Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga dan pengantri lain yang berada di lokasi. Sejumlah warga dan pengantri kemudian berhamburan untuk merelai agar perselisihan tidak berujung pada korban jiwa.
Kejadian ini kembali menjadi sorotan publik setelah rekaman videonya beredar luas dan viral di berbagai grup percakapan WhatsApp serta platform media sosial. Peristiwa tersebut mencuat tak lama setelah insiden serupa yang melibatkan emak-emak di lokasi antrean bahan bakar sempat ramai diperbincangkan netizen beberapa waktu lalu.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, perselisihan kali ini terjadi di antara sesama pria pengantri. Situasi yang awalnya berupa adu mulut dengan nada tinggi dengan cepat memanas di tengah padatnya deretan kendaraan yang sedang menanti giliran pengisian BBM.
Puncak ketegangan terjadi ketika salah satu pria yang terlibat cekcok emosi dan nekat mengambil Mandau dari dalam mobilnya. Tindakan tersebut sontak membuat suasana di area SPBU semakin tegang.
Aksi tersebut memantik beragam tanggapan dari para pengguna media sosial. Banyak netizen menilai kombinasi antara antrean yang terlalu panjang dan cuaca terik menjadi pemicu utama cepat tersulutnya emosi para pengendara yang sudah lelah menunggu.
“Gini am kalo sudah antrian panjang panas cuaca, hati dan pikiran pasti bekelahi, labuh tam,” tulis salah satu akun netizen di kolom komentar, menggambarkan rentannya gesekan fisik saat kondisi di lapangan sudah tidak kondusif.
Warga setempat menyayangkan insiden berulang tersebut terjadi di fasilitas umum. Beberapa warga bahkan menyikapinya dengan nada satire, seperti yang diungkapkan oleh Wahid, salah satu warga lokal.
“Kacau sudah minyak langka di eceran, bekelahi terus be Mandau pula reman,” guraunya.(bib)


