PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Perum Bulog memastikan stok pangan di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman dan mencukupi. Hal itu setelah pihaknya melakukan inspeksi bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah di HiCermart Superstore Palangka Raya dan Gudang Bulog Bukit Tunggal, Rabu (12/8/2026).
“Stok pangan tersedia dan harga yang diterima masyarakat sesuai ketentuan. Sementara dari sisi ketersediaan, stok yang kami miliki juga sangat kuat,” kata Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq.
Peninjauan dilakukan oleh jajaran manajemen Perum Bulog yang terdiri dari Wakil Direktur Utama, Sekretaris Perusahaan, Ketua PMO Transformasi, Pemimpin Wilayah BULOG Kalimantan Tengah, serta didampingi Satgas Pangan, Dinas Perdagangan, dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah.
“Kami melihat langsung kondisi di ritel modern untuk memastikan ketersediaan pangan dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data per 12 Agustus 2026, stok pangan yang dikelola Kantor Wilayah Perum BULOG Kalimantan Tengah mencapai 17.892 ton beras, sekitar 958 ribu liter minyak goreng, dan 121 ribu kilogram gula pasir.
“Masyarakat Kalimantan Tengah tidak perlu khawatir karena stok yang kami miliki lebih dari cukup untuk mendukung kebutuhan penyaluran ke depan,” tegas Marga.
Dalam inspeksi di HiCermart Superstore Palangka Raya, tim juga memeriksa ketersediaan beras premium merek Punokawan yang tersedia dalam kemasan 5 kilogram dan 10 kilogram dengan harga Rp15.400 per kilogram atau Rp77.000 per kemasan 5 kilogram.
“Kami memastikan harga yang dijual kepada masyarakat tetap sesuai ketentuan dan distribusi berjalan dengan baik,” katanya.
Pengecekan kemudian dilanjutkan ke Gudang BULOG Bukit Tunggal yang saat ini menyimpan sekitar 1.935 ton beras, 79 ribu liter minyak goreng, 29 ribu kilogram gula pasir, dan 22 ribu kilogram jagung sebagai cadangan untuk kebutuhan penyaluran pangan di wilayah Kalimantan Tengah.
“Ketahanan stok beras yang kami miliki diproyeksikan mampu mendukung kebutuhan penyaluran hingga sekitar 10 bulan ke depan,” ungkap Marga.
Menurutnya, ketersediaan stok yang kuat harus dibarengi dengan pengawasan distribusi agar komoditas pangan tetap mudah diakses masyarakat dengan harga yang stabil.
“Bulog akan terus hadir menjaga ketahanan pangan, bukan hanya di Kalimantan Tengah tetapi juga di seluruh Indonesia, melalui penguatan stok dan stabilisasi harga pangan,” pungkasnya. (adr)


