Ahmad Maulana Ajak Masyarakat Tekan Potensi Karhutla

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO –  Anggota DPRD Murung Raya Ahmad Maulana mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Khususnya selama musim kemarau yang membuat kondisi lahan lebih mudah terbakar.

Maulana mengingatkan masyarakat, terutama para pemilik lahan, agar tidak melakukan pembukaan, pembersihan, maupun pengelolaan lahan dengan menggunakan metode pembakaran.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pemilik lahan, agar tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi kemarau membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” ujarnya, Selasa (11/8).

Menurutnya, pembakaran lahan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas. Selain dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, kebakaran juga berisiko mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan keselamatan warga di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Dewan Apresiasi STQ Tingkat Kabupaten

Ia mengajak masyarakat memilih metode pengelolaan lahan yang lebih aman serta tidak menggunakan api sebagai cara untuk membersihkan lahan.

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak menggunakan api saat membuka lahan. Jangan sampai tindakan tersebut justru membahayakan diri sendiri, masyarakat sekitar, maupun lingkungan,” katanya.

Maulana juga berharap seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian dan saling mengingatkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya pemerintah dan petugas.

Electronic money exchangers listing

“Dengan kepedulian, kesadaran, dan kerja sama seluruh masyarakat, kita berharap potensi terjadinya karhutla dapat ditekan dan lingkungan tetap aman selama musim kemarau,” pungkasnya.(*)

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO –  Anggota DPRD Murung Raya Ahmad Maulana mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Khususnya selama musim kemarau yang membuat kondisi lahan lebih mudah terbakar.

Maulana mengingatkan masyarakat, terutama para pemilik lahan, agar tidak melakukan pembukaan, pembersihan, maupun pengelolaan lahan dengan menggunakan metode pembakaran.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pemilik lahan, agar tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi kemarau membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” ujarnya, Selasa (11/8).

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, pembakaran lahan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas. Selain dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, kebakaran juga berisiko mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan keselamatan warga di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Dewan Apresiasi STQ Tingkat Kabupaten

Ia mengajak masyarakat memilih metode pengelolaan lahan yang lebih aman serta tidak menggunakan api sebagai cara untuk membersihkan lahan.

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak menggunakan api saat membuka lahan. Jangan sampai tindakan tersebut justru membahayakan diri sendiri, masyarakat sekitar, maupun lingkungan,” katanya.

Maulana juga berharap seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian dan saling mengingatkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya pemerintah dan petugas.

“Dengan kepedulian, kesadaran, dan kerja sama seluruh masyarakat, kita berharap potensi terjadinya karhutla dapat ditekan dan lingkungan tetap aman selama musim kemarau,” pungkasnya.(*)

Terpopuler

Artikel Terbaru