Hujan di Palangka Raya Bukan Dampak OMC, Begini Penjelasan BMKG

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya pada Kamis (1/10/2026) malam dipastikan bukan merupakan dampak dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti, menjelaskan hujan yang terjadi dipengaruhi kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah setempat.

“Bukan OMC. Hujan terjadi karena terdapat kelembapan udara yang relatif basah, dan kondisi labilitas atmosfer yang cukup labil sehingga menambah potensi pertumbuhan awan hujan,” kata Ika saat dikonfirmasi Prokalteng.co.

Dia mengatakan hujan yang terjadi masih bersifat lokal dengan durasi relatif singkat dan sebaran yang tidak merata di seluruh wilayah Kota Palangka Raya.

Baca Juga :  Polisi Amankan Pengemudi Mobil yang Tabrak Pedagang Petasan hingga Tewas di Jalan Tjilik Riwut Km 1

“Meskipun saat ini masih dalam skala lokal, durasinya singkat dan bersifat sporadis,” ujarnya.

Selain faktor kelembapan udara, BMKG juga mencatat arah angin di wilayah Palangka Raya pada malam hari bergerak dari sektor Tenggara hingga Barat.

“Secara umum angin di wilayah Palangka Raya berasal dari arah Tenggara hingga Barat,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Lebih lanjut, Ika menyampaikan masyarakat masih berpotensi menjumpai hujan ringan dalam beberapa hari ke depan. Namun, hujan diprakirakan tetap bersifat lokal dan tidak berlangsung lama.

“Untuk beberapa hari ke depan secara umum cuaca di Kota Palangka Raya diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan disertai udara kabur akibat kabut asap,” tuturnya.

Menurutnya, potensi hujan ringan masih dapat terjadi di sejumlah titik wilayah Kota Palangka Raya, meski intensitas dan cakupannya terbatas.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Genjot Aktivasi JMO, Pekerja Kini Tak Perlu ke Kantor

“Terdapat potensi hujan ringan skala lokal dengan durasi yang singkat dan sporadis,” pungkasnya.

Saat ini sebagian wilayah Kalimantan Tengah masih menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kehadiran hujan meski bersifat lokal diharapkan dapat membantu meningkatkan kelembapan udara dan mengurangi konsentrasi partikel asap di beberapa kawasan. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya pada Kamis (1/10/2026) malam dipastikan bukan merupakan dampak dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti, menjelaskan hujan yang terjadi dipengaruhi kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah setempat.

“Bukan OMC. Hujan terjadi karena terdapat kelembapan udara yang relatif basah, dan kondisi labilitas atmosfer yang cukup labil sehingga menambah potensi pertumbuhan awan hujan,” kata Ika saat dikonfirmasi Prokalteng.co.

Electronic money exchangers listing

Dia mengatakan hujan yang terjadi masih bersifat lokal dengan durasi relatif singkat dan sebaran yang tidak merata di seluruh wilayah Kota Palangka Raya.

Baca Juga :  Polisi Amankan Pengemudi Mobil yang Tabrak Pedagang Petasan hingga Tewas di Jalan Tjilik Riwut Km 1

“Meskipun saat ini masih dalam skala lokal, durasinya singkat dan bersifat sporadis,” ujarnya.

Selain faktor kelembapan udara, BMKG juga mencatat arah angin di wilayah Palangka Raya pada malam hari bergerak dari sektor Tenggara hingga Barat.

“Secara umum angin di wilayah Palangka Raya berasal dari arah Tenggara hingga Barat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ika menyampaikan masyarakat masih berpotensi menjumpai hujan ringan dalam beberapa hari ke depan. Namun, hujan diprakirakan tetap bersifat lokal dan tidak berlangsung lama.

“Untuk beberapa hari ke depan secara umum cuaca di Kota Palangka Raya diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan disertai udara kabur akibat kabut asap,” tuturnya.

Menurutnya, potensi hujan ringan masih dapat terjadi di sejumlah titik wilayah Kota Palangka Raya, meski intensitas dan cakupannya terbatas.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Genjot Aktivasi JMO, Pekerja Kini Tak Perlu ke Kantor

“Terdapat potensi hujan ringan skala lokal dengan durasi yang singkat dan sporadis,” pungkasnya.

Saat ini sebagian wilayah Kalimantan Tengah masih menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kehadiran hujan meski bersifat lokal diharapkan dapat membantu meningkatkan kelembapan udara dan mengurangi konsentrasi partikel asap di beberapa kawasan. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru