Fasilitas Umum di Kuala Kurun Jadi Sasaran Vandalisme, DPRD Gumas Minta Warga Lebih Peduli

KUALA KURUN, PROKALTENG.CO – Fasilitas umum di Kota Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), mulai menjadi sasaran vandalisme dan aksi jahil. Coretan di dinding hingga kerusakan sejumlah fasilitas publik menjadi perhatian Anggota DPRD Gumas, Rusmila, yang meminta masyarakat ikut menjaga aset daerah.

Menurut Rusmila, pembangunan fasilitas umum membutuhkan anggaran miliaran rupiah. Namun, fasilitas yang sudah dibangun dengan biaya besar bisa rusak hanya karena satu kaleng cat semprot, tangan jahil, atau benda tajam.

Legislator yang akrab disapa Lelie itu menyebut sejumlah fasilitas seperti gereja, Christian Center, jembatan, trotoar, taman kota hingga ruang publik lainnya merupakan aset bersama yang harus dijaga.

“Banyak bangunan yang dicoret-coret oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena itu kami berharap tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para orang tua ikut mengingatkan generasi muda agar lebih peduli menjaga fasilitas umum,” ujarnya, belum lama ini.

Baca Juga :  PAD 2023 Dinilai Kurang Maksimal, OPD Diminta Tingkatkan Realisasi Pajak

Rusmila menegaskan, ruang publik dibangun untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat saat beraktivitas. Karena itu, fasilitas yang sudah tersedia seharusnya tidak dirusak atau dicoret-coret.

“Tempat duduk yang awalnya bersih jadi penuh coretan. Bangunan yang sudah bagus malah dicat sembarangan sehingga merusak pemandangan. Jangan sampai fasilitas yang sudah disediakan pemerintah justru berubah menjadi korban tangan-tangan jahil,” katanya.

Ia mencontohkan kawasan bundaran di jantung Kota Kuala Kurun yang telah dilengkapi tempat bersantai dan sarana olahraga. Namun, di lapangan masih ditemukan bangku yang rusak, baut yang hilang, hingga sejumlah aksesori fasilitas yang tidak lagi utuh.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, pengawasan terhadap fasilitas umum tidak bisa hanya dibebankan kepada instansi pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk mencegah kerusakan sejak dini.

Baca Juga :  Tanpa Hambatan, LKPJ Bupati Gumas Disetujui Lima Fraksi Pendukung DPRD

“Kalau melihat ada yang merusak, jangan cuek. Fasilitas umum itu dibangun dari uang rakyat dan menjadi aset daerah. Menjaganya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (nya)

KUALA KURUN, PROKALTENG.CO – Fasilitas umum di Kota Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), mulai menjadi sasaran vandalisme dan aksi jahil. Coretan di dinding hingga kerusakan sejumlah fasilitas publik menjadi perhatian Anggota DPRD Gumas, Rusmila, yang meminta masyarakat ikut menjaga aset daerah.

Menurut Rusmila, pembangunan fasilitas umum membutuhkan anggaran miliaran rupiah. Namun, fasilitas yang sudah dibangun dengan biaya besar bisa rusak hanya karena satu kaleng cat semprot, tangan jahil, atau benda tajam.

Legislator yang akrab disapa Lelie itu menyebut sejumlah fasilitas seperti gereja, Christian Center, jembatan, trotoar, taman kota hingga ruang publik lainnya merupakan aset bersama yang harus dijaga.

Electronic money exchangers listing

“Banyak bangunan yang dicoret-coret oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena itu kami berharap tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para orang tua ikut mengingatkan generasi muda agar lebih peduli menjaga fasilitas umum,” ujarnya, belum lama ini.

Baca Juga :  PAD 2023 Dinilai Kurang Maksimal, OPD Diminta Tingkatkan Realisasi Pajak

Rusmila menegaskan, ruang publik dibangun untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat saat beraktivitas. Karena itu, fasilitas yang sudah tersedia seharusnya tidak dirusak atau dicoret-coret.

“Tempat duduk yang awalnya bersih jadi penuh coretan. Bangunan yang sudah bagus malah dicat sembarangan sehingga merusak pemandangan. Jangan sampai fasilitas yang sudah disediakan pemerintah justru berubah menjadi korban tangan-tangan jahil,” katanya.

Ia mencontohkan kawasan bundaran di jantung Kota Kuala Kurun yang telah dilengkapi tempat bersantai dan sarana olahraga. Namun, di lapangan masih ditemukan bangku yang rusak, baut yang hilang, hingga sejumlah aksesori fasilitas yang tidak lagi utuh.

Menurutnya, pengawasan terhadap fasilitas umum tidak bisa hanya dibebankan kepada instansi pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk mencegah kerusakan sejak dini.

Baca Juga :  Tanpa Hambatan, LKPJ Bupati Gumas Disetujui Lima Fraksi Pendukung DPRD

“Kalau melihat ada yang merusak, jangan cuek. Fasilitas umum itu dibangun dari uang rakyat dan menjadi aset daerah. Menjaganya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (nya)

Terpopuler

Artikel Terbaru